SuaraBandung.id – Kebanyakan umat Islam tahu bahwa zina dan membunuh merupakan dosa yang sangat dilarang oleh Allah SWT.
Hal ini karena zina dan pembunuh termasuk ke dalam dosa besar yang telah diterangkan dalam surat Al Furqon ayat 68.
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, pasti dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)”.
Meski begitu, ternyata masih ada perbuatan lain yang dosanya lebih besar dari zina dan membunuh.
Melansir dari akun YouTube Nasehat Islam TV, dikisahkan bahwa ada seorang perempuan dari Bani Israil mendatangi Nabi Musa AS.
Dengan raut muka yang penuh penyesalan, ia meminta kepada Nabi Musa AS untuk didoakan agar dosanya bisa diampuni oleh Allah.
“Apakah dosamu wahai perempuan?,” tanya Nabi Musa AS setelah mendengar permintaannya.
“Saya telah berzina. Dari perzinaan itu, saya pun lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai meninggal," ucap perempuan Bani Israil itu sambil menangis sejadi-jadinya.
Mendengar hal tersebut, Nabi Musa AS begitu marah. Kala itu, ia meminta perempuan itu untuk pergi dari rumahnya agar tidak terkena imbas dari dosa besar.
Baca Juga: Penampilan Christine Hakim di Serial HBO The Last of Us Bikin Merinding, Sampai Dipuji YouTuber AS
Oleh sebab itu, sang perempuan kemudian pergi dengan rasa putus asa dan penyesalan atas dosa yang telah ia perbuat.
Tidak lama kemudian, malaikat Jibril datang menghampiri Nabi Musa AS untuk mempertanyakan perbuatannya.
“Mengapa engkau menolak seorang perempuan yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari padanya?," tanya malaikat Jibril.
Nabi Musa AS tidak mengetahui hal tersebut, ia menanyakan kembali dengan rasa penasaran soal dosa apakah yang lebih besar dari zina dan membunuh.
“Orang yang meninggalkan salat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina," jawab Jibril.
Menyadari penjelasan tersebut, Nabi Musa AS sontak memanggil perempuan tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.