SuaraBandung.id - KH. Maimun Zubair atau lebih dikenal dengan Mbah Moen, lahir di Karang Mangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, hari Kamis Legi, bulan Sya'ban tahun 1347 H atau 28 Oktober 1928 dan wafat pada wafat pada Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 waktu setempat, saat menunaikan ibadah haji.
Selain karena ketokohannya, Mbah Moen dikenal karena kemampuan dan kelebihannya dalam banyak hal, yang dianggap oleh sebagian orang merupakan karomah Mbah Moen.
Secara sederhana, karomah Mbah Moen dapat diartikan sebagai kelebihan atau keajaiban yang diberikan oleh Allah kepada Mbah Moen karena kesalehan, keimanan dan ilmunya, melalui tindakan atau peristiwa tertentu .
Diungkap oleh beberapa tokoh terkenal, seperti Gus Miftah, Gus Baha, KH. Fadlolan Musyaffa, dan dilansir dari beberapa sumber lainnya, berikut karomah Mbah Moen:
1. Dapat mempersingkat waktu perjalanan
Diungkap oleh Kyai Fadholan Musyaffa’, dalam unggahan youtube NU Online dengan judul "Karomah Mbah Maimoen Zubair: "Melipat Waktu" | KH Fadlolan Musyaffa’," (30/4/2021).
KH. Fadlolan yang waktu itu tinggal di Mesir (2004) dimintai tolong untuk mengantarkan Mbah Moen menuju makam Imam Syadzili yang wafat di Mesir.
Semula Kyai dan sopir yang akan membawanya tidak percaya, karena Mbah Moen hanya memiliki waktu yang sangat singkat.
“Mbah, itu tiket berangkatnya jam 8 malam, biasanya (peziarah) kalau mau ke sana (makam Imam Syadzili) itu harus nginep,” ucap KH. Fadlolan memberi tahu Mbah Moen.
Baca Juga: Melaney Ricardo Terkejut! Aldilla Jelita Gugat Cerai Indra Bekti, pasca Hadiri Podcastnya
Namun dengan cepat dan sangat yakin Mbah Moen menjawab, “engga, wah, engga”.
Dalam keadaan cemas, KH. Fadlolan pun tidak berani membantah lagi, meskipun menurut pengalaman dan keyakinannya memang harus memnginap, dan tidak akan keburu jika harus pulang pergi dalam waktu yang singkat.
Perjalanan darat menuju perkampungan Imam Syadzili berjarak 420 km dari Luxor. Biasanya memakan waktu 7-9 jam untuk satu kali perjalanan, bukan pulang-pergi, itulah yang membuat peziarah biasanya harus menginap.
Mbah Moen serta KH. Fadholan harus sudah tiba di bandara sebelum pukul 20.00 untuk pergi ke Kairo. Sedangkan Mbah Moen baru berangkat jam 22.30 menuju Luxor dari Kairo.
Singkat cerita, Mbah Moen tiba di perkampungan Imam Syadzili menjelang magrib. Kemudian membaca tahlil singkat dan Hizib Nashar.
Hingga mau masuk waktu Magrib, Mbah Moen dan KH. Fadlolan masih di lingkungan makam Imam Syadili.
Ajaibnya, pukul 20.00 Mbah Moen, KH. Fadholan dan sopirnya sudah tiba di Loxor, padahal baru berangkat dari makam sekitar pukul 17.45 waktu setempat.
“Perasaan saya jam itu tidak bergerak... ban mobil tidak nempel di aspal... saya melihat mbah Moen di kursi belakang sedang sila sambil wiridan,” kata KH. Fadholan.
2. Mengobati sakit dengan air putih
Saat mengunjungi makam Imam Syadili di Mesir, Mbah Moen bersama rombongan mampir di rumah makan sederhana. Beliau dimintai tolong untuk memberi doa melalui media air putih yang dibawa oleh seorang wanita agar suaminya dapat sembuh.
Lalu Mbah Moen minta diantarkan menuju tempat suaminya. Air tersebut dioleskan ke suami si wanita, dan secara ajaib suami tersebut berangsur membaik.
3. Restoran Mesir terbakar usai menipu Mbah Moen
Masih dalam sumber yang sama, sepulang ziarah dari makam Imam Syadzili, Mbah Moen dan rombongan mampir ke tempat makan. Sesudahnya, Mbah Moen membayar 250 pounds Mesir.
Uang tersebut sudah lebih dari cukup untuk membayar total dari makanan dipesan, namun kasir tersebut menyebutkan total yang harus dibayar yaitu 750 pounds Mesir.
Kiai Fadholan menambahkan dari uangnya untuk membayar kekurangan pembayaran, namun Mbah Moen mengetahui kejadian tersebut.
Heran dengan biaya yang membengkak, karena tidak ridho, Mbah Moen berkata “Laisa Minna (bukan golongan kami)”.
Setiba di Kairo, KH Fadlolan dan rombongan menerima kabar dari sopir yang mengatarnya bahwa hotel tempat mereka makan tadi itu kebakaran.
KH. Fadlolan dan sopirnya meyakini bahwa itu merupakan bagian dari karomah Mbah Moen.
4. Keajaiban waktu wafatnya Mbah Moen
Diceritakan oleh Gus Miftah dalam unggahan Youtube Jejak-Jejak Untaian Mutiara (7/12/2019), bahwa Mbah Moen sudah memiliki firasat tentang kematiannya.
“Lima tahun yang lalu Mbah Moen sudah (punya) firasat, bahwa dia akan kembali kepada Allah lima tahun lagi. Beliau sering berbiara tentang kemuliaan hari Selasa. Dan ternyata semua yang Mbah Moen sampaikan, yang Mbah Moen dawuhkan, hari ini terbukti,” ungkap Gus Miftah.
Ternyata benar, wafat pada wafat pada hari Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 waktu setempat saat menunaikan ibadah haji.
5. Menghentikan hujan lebat saat pengajian
Di tengah Mbah Moen memberikan ceramah, tiba-tiba keadaan menjadi tidak kondusif sebab hujan deras.
Jamaah segera mencari tempat berteduh, begitupun panitia bergegas menjaga Mbah Moen dari cipratan air hujan.
Namun, Mbah Moen justru menyikapinya dengan tenang, lalu beliau melantunkan doa dan mengajak jamaah untuk membacakan Surat Al Lahab sebanyak 3x.
Mbah Moen melanjutkan do’anya, tidak lama kemudian hujan pun reda, dan pengajian pun dilanjutkan.
Video ini diunggah oleh kanal Youtube eL Yeka (23/2/2020) dengan judul “Video Lengkap Detik-Detik Hujan Berhenti Seketika || Karomah Nyata Mbah Moen?’."
6. Memiliki penglihatan batin
Dalam unggahan video Youtube Penerus Para Nabi (1/10/2019) berjudul “Kisah Nyata, Juragan Sapi Takjub Melihat Karomah Mbah Maimoen Zubair”, diceritakan Mbah Moen pernah didatangi oleh seorang pedagang sapi.
Belum bercerita dan menyampaikan maksudnya, pedang sapi itu heran Mbah Moen sudah mengetahui lebih dulu bahwa ia sedang bermasalah dan mengalami kesulitan dalam kehidupan ekonominya.
7. Amalan pelaris dagang sapi
Masih dalam kisah dan sumber yang sama, setelah menyampaiakan maksudnya, alih-alih bermaksud untuk pamit, pedagang sapi itu justru disuruh menginap oleh Mbah Moen. Dan beliau berjanji akan mendoakannya jika bersedia bermalam.
Esoknya, pedagang itu pun pamit dan Mbah Moen menepati janjinya.
Belum saja sampai rumah, pedagang itu dibanjiri pesanan. Ia meyakini, itu merupakan rezeki dari Allah melalui doa dari Mbah Moen.
Karomah Mbah Moen lainnya dinarasikan oleh unggahan Riyo Fulana (6/2/2021), diantaranya:
8. Tongkatnya kembali lagi setelah hilang selama 7 tahun
Seorang santri, murid dari Mbah Moen dari Pondok Pesantren Al Anwar Rembang yang tengah melaksanakan ibadah haji, saat itu ingin memberikan hadiah untuk Mbah Moen.
Karena Mbah Moen sudah memiliki banyak sorban, santri itu membeli tongkat sebagai hadiahnya.
Namun, setelah diberikan, Mbah Moen terkejut dengan pemberian santrinya tersebut. Ternyata, itu merupakan tongkatnya yang hilang 7 tahun lalu.
9. Bertemu Nabi Khidir Alaihissallam
Dahulu saat sedang berada di Jawa Timur, sekira pukul 11.00 WIB, Mbah Moen merasakan seperti ada yang memanggil dirinya yang suara tersebut datang dari makam dekat pondok.
Di makam tersebut ternyata terdapat Nabi Khidir Alaihissallam yang berpakaian petani. Lalu Nabi Khidir berkata, "Kamu cinta kepada saya, saya juga cinta kepada kamu, dijamin Gusti Allah nantinya."
Kemudian Nabi Khidir As mendoakan Mbah Moen lama sekali. Selanjutnya Nabi Khidir menghilang, kemudian Mbah Moen kembali ke pondok.
10. Dititipi pesan oleh Rasulullah melalui mimpi
Melalui mimpi, Rasulullah menitipkan Habib Zaky (keturunan Rasulullah) kepada Mbah Moen untuk mondok di tempatnya.
Habib Zaky tidak memberitahu Mbah Moen kalau ia merupakan keturunan Rasulullah karena mendapat wejangan dari pamannya, sedangkan Mbah Moen mengatahui hal itu melalui mimpinya.
11. Nasi berkat tahlil 7 harian tidak basi
Semua makanan tidak ada penurunan kualitas dan masih layak makan. Padahal Mbah Moen menerima berkat itu malam hari dan dibuka jam 11 siang.
12. Menaiki mobil tanpa bahan bakar
Suatu ketika, seorang montir pernah terheran-heran ketika memeriksa mobil Mbah Moen, karena diketahui selang bahan bakar itu terlepas. Sehingga mobil melaju tanpa menggunakan bahan bakar, namun bisa sampai ke bengkelnya.
Perlu diingat, bahwa konsep karomah dalam agama Islam tidak dapat dipastikan secara ilmiah, sehingga kembali pada keyakinan dan kepercayaan masing-masing individu.
Wallahua’lam Bissawab... (*/Alina)
Sumber: Youtube NU Online, Youtube eL Yeka dan Youtube Jejak-Jejak Untaian Mutiara