SuaraBandung.id - Berprasangka baik kepada Allah merupakan sikap terpuji yang dilakukan seseorang.
Namun, trauma atas kejadian yang dialami seseorang membuat hidup tak menjadi lebih baik, menjadikan ke su’udzonan terhadap hidup di masa yang akan datang.
Dikutip dari akun TikTok @Cahaya Hidayah 12, dalam penggalan video ceramah Buya Yahya, ada wanita yang menanyakan terkait ketraumaan dirinya terhadap kehidupan pernikahan sebelumnya.
Kemudian, wanita ini juga merasa takut, dan memilih hidup sendirian sudah selama tujuh tahun.
Karena, saat berpisah dengan suaminya, wanita itu merasa di kutuk oleh omongan mantan suaminya yang tidak akan bisa nikah lagi, dan melanjutkan kehidupan di masa depan.
Buya Yahya menerangkan, bahwa jangan sampai cara berpikir kamu itu su’udzon kepada Allah.
“Cara berpikirmu itu su’udzon kepada Allah,” kata Buya Yahya
Karena dalam Islam tidak ada namanya trauma, memilih menyendiri yang di alami itu bukan hal yang baik.
“Anda menyendri bukan hal yang baik, anda normal atau tidak? Karena, sesaat pasti ada syahwat,” ucap Buya Yahya dengan tegas.
Baca Juga: Pejabat Badan Pertanahan Nasional Dikuliti Warganet, Terduga Istrinya Kerap Pamer Harta
Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon dengan tegas bahwa di dunia ini makhluk berjenis kelamin laki-laki tidak hanya satu Allah ciptakan, dan masih banyak laki-laki yang lebih baik dan sholeh.
“Laki-laki tidak hanya dia saja, bukan dia saja yang telah menyakitimu,” kata Buya Yahya.
“Banyak laki-laki sholeh,” ujarnya melanjutkan.
Buya Yahya memberi nasehat bahwa kehidupan ini akan terus berjalan, dan tatap masa depan. Jangan sampai kamu menyendiri selamanya.
“Sekarang, tatap masa depan, jangan menyendiri selamanya,” ucap Buya Yahya.
Buya Yahya juga beri pesan bahwa jangan sampai memberikan peluang pada setan dalam melakukan kehinaan atau zina. Maka, teruslah berhusnudzon kepada Allah.(*)