SuaraBandung.id – Buya Yahya dalam kajiannya mengungkapkan mengenai cara pandang terhadap musibah.
Diungkapkan Buya Yahya bahwa musibah Allah timpahkan bisa saja kepada orang yang tidak bersalah untuk diangkat derajatnya.
Dan Allah timpahkan musibah kepada orang yang bersalah untuk diampuni dosa-dosanya.
Buya Yahya meminta untuk menjaga lisan jika musibah bencana datang ke salah satu tempat, seperti contoh saat gempa Cianjur beberapa waktu lalu.
“Tolong jaga lisan jangan berkata ‘uwah Cianjur para pendosa semuanya, banyak maksiat,’ kalo Cianjur digoyang gempa hanya karena orang maksiat disana, kota lain juga gilirannya besok, memang gak ada orang maksiat?” ungkap Buya Yahya, dikutip dari Short Youtube @RamaMuhajirin, Senin (20/3/2023).
Lalu, Buya Yahya pun mengungkapkan cara pandang terhadap musibah dari Allah yakni dengan menilai semoga yang salah diampuni oleh Allah SWT.
“Cara pandang itu gini seharusnya, memang betul maksiat mengundang musibah dari Allah, tapi kalo kita melihat orang tertimpa musibah begitu, kita perlu menilai begini, ia yang salah semoga menjadi sebab diampuni oleh Allah,” pungkasnya.
Buya Yahya pun meminta untuk jangan memukul rata orang yang kena musibah bahwa ia bermaksiat, bagaimana dengan orang yang meninggal mati syahid.
Baca Juga: Menjelang SEOCon Jakarta 2023, 2 CEO Bagi Tips Manfaat Menggunakan Teknologi AI