SuaraBandug.id – Rindu Ramadhan bukan hanya semata-mata ingin bertemu bulan Ramadhan. Tetapi lebih daripada hal itu.
“Makna merindukan Ramadhan adalah rindu bagaimana kita mengisi Ramadhan dengan kebaikan,” kata Buya Yahya.
Artinya, rindu itu bukan hanya sekedar ingin bertemu, tetapi juga ada keinginan, angan-angan, dan pemikiran untuk memanfaatkan momen tersebut dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini, rindu Ramadhan berarti tentang bagaimana kita sungguh ingin memasuki Ramadhan dan melakukan berbagai kebaikan di bulan itu.
Lalau bagaimana cara supaya rindu Ramadhan?
Yang perlu dihadirkan saat ini, untuk menjadikan diri kita rindu terhadap Ramadhan adalah dengan memahami tentang bulan Ramadhan itu sendiri.
Ramadhan itu tidak seperti hari-hari di bulan biasa. Terdapat pahala di bulan tersebut yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Shalat sunnah pahalanya menjadi sama dengan shalat fardhu. Pahala shalat fardhu menjadi tak ada tandingannya.
Maka, supaya rindu kita harus mengerti. Jika tidak, maka rindu itu tidak akan hadir.
Orang-orang cerdas mungkin sangat ahli jika berbicara soal uang, ahli menyangkut dunia. Sebagai contoh, ada sebuah toko besar yang dekat dengan tempat tinggal kita. Saat ini toko tersebut sedang memberikan diskon besar-besaran. Misalnya, jika membeli 1 barang akan mendapat 5 barang lainnya. Sementara di rumah, kita sedang sangat membutuhkan barang-barang itu. Tetapi diskon di toko tersebut hanya berlaku satu hari.
Baca Juga: Unggah Foto David Kepalkan Tangan Kiri, Ayah: Hidup Tanpa Orang Kidal Tidak akan Benar
Karena menyadari, kita rindu, dan sangat membutuhkan barang yang dimaksud, maka pasti akan memutusakan pergi ke toko tersebut dan segera membelinya.
Hanya saja, terdapat aturan bahwa satu orang hanya boleh membeli satu barang. Maka, kita akan mencari jalan keluar supaya mendapat banyak barang. Misalnya dengan mengajak semua saudara kita untuk sama-sama pergi ke toko dan pada akhirnya mendapat barang-barang yangb diinginkan. Langkah yang cerdas jika itu urusan membeli.
Kemudian, saat ini sudah memasuki Ramadhan. Bulan yang pahalanya melimpah. Tidak seperti diskon-an toko di atas yang hanya mendapat bonus 5 barang dari satu kali pembelian. Pahala Ramadhan justru dilipatgandakan berkali-kali.
Pertanyaannya adalah apakah kita rindu mendapatkan pahala dari Allah SWT atau tidak? Katanya kita menginginkan banyak pahala, ingin mendapat ridho Allah, dan pada bulan Ramadhan pahala sudah dijanjikan berlipat ganda.
Orang-orang cerdas akan berpikit bahwa Ramadhan belum tentu akan datang lagi untuk mereka pada tahun yang akan datang, maka akan memanfaatkannya.
Memang semua orang berharap umur yang panjang. Tetapi bagi orang cerdas, mumpung sudah memasuki bulan Ramadhan, mereka akan mengoptimalkan momen tersebut dengan melakukan banyak kebaikan serta menjauhi kemaksiatan. (*)