SUARA BANDUNG - Kasus penganiayaan anak AKBP Achiruddin Hasibuan, Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral masih menjalani proses hukum.
Usai melakukan rekonstruksi penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral, AKBP Achiruddin mengatakan jika dia tidak diperbolehkan bertemu anaknya sendiri yang saat ini berada di sel yang berbeda dengannya.
Kini, tersebar rumor bahwa AKBP Achiruddin nyaris mati sejak ditahan pihak kepolisian di sel khusus.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal Warta Informasi dengan judul,"Ditahan di Sel Khusus || AKBP Achiruddin Merana diperlakukan seperti ini," pada Rabu (10/5/2023).
Serta tulisan pada sampul video yang berbunyi,'AKBP Achiruddin nyaris mati, terima perlakuan ini di penjara.' Lantas benarkah rumor itu?
Simak penelusuran fakta dari tim bandung.suara.com berikut di bawah ini.
Video berdurasi 5 menit, 52 detik itu dibuka dengan cuplikan pengakuan AKBP Achiruddin usai melakukaan rekonstruksi adegan penganiayaan yang dilakukan si anak pada Ken Admiral.
Ia mengatakan jika tidak diberi makan, hanya dari makanan dari piket. Ia pula mengaku tidak diperbolehkan ada tamu, maupun dilarang untuk bertemu anaknya, karena sel mereka terpisah.
Baca Juga: Viral Curhat Guru Muda Korban Pungli dan Intimidasi, Netizen Serang Instagram BKPSDM Pangandaran
Lantas ada pula cuplikan dari pendapat publik yang merasa oknum seperti AKBP Achiruddin harus diberi efek jera, supaya tidak muncul oknum lain di daerah manapun.
Video lantas dilanjutkan dengan suara narator yang menginformasikan mengenai pengakuan ayah Aditya Hasibuan pada cuplikan awal.
Kedua anak AKBP Achiruddin yang masih balita saat sakit juga tidak diperbolehkan menjenguk sang ayah.
Penyelidikan terkait senjata laras panjang yang digunakan ketika peristiwa penganiayaan yang justru dipegang oleh orang lain, juga sedang didalami oleh pihak kepolisian.
Lantas, narator flashback pada kronologi terjadinya penganiayaan yang terjadi di depan rumah AKBP Achiruddin.
Kesimpulan