Segera Cek! Inilah Tanda-Tanda Terkena Rabies dan Cara Penanganannya

Suara Bandung | Suara.com

Jum'at, 16 Juni 2023 | 19:45 WIB
Segera Cek! Inilah Tanda-Tanda Terkena Rabies dan Cara Penanganannya
Tanda rabies pada hewan yang perlu diperhatikan dan cara penangannya. (Pixabay/Nicholas_Demetriades.)

SUARA BANDUNG – Tanda-tanda rabies tidak hanya terjadi pada hewan, tetapi juga manusia. Tanda tersebut berbeda dan cara penanganannya pun berbeda.

Tanda rabies pada hewan diantanya yaitu  mulut terbuka, air liur yang berlebihan, kelumpuhan hingga kematian dalam waktu singkat. Bahkan untuk hewan dengan rabies ganas dapat menyerang dan menggigit apa saja.

Berbeda dengan yang terjadi pada manusia, tanda rabies pada manusia yaitu:

Pada stadium awal atau permulaan, yang disebut prodmoral. Tandanya yaitu lemah, letih, lesu, nafsu makan yang berkurang, kesulitan untuk tidur, sakit kepala yang berat hingga nyeri tenggorokan dan mual-mual.

Tanda untuk stadium rangsangan atau sensoris, lebih tinggi dari stadium awal,. Tandanya yaitu merasa nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada luka gigtan, cemas dan reaksi berlebih terhadap rangsang sensorik

Selanjutnya, pada stadium gila (eksitasi). Tandanya yaitu berteriak-teriak, menjambak-jambak rambut, takut ait, takut cahaya, takut suara dan berlebihan air liur, cairan tubuh serta berlebihan air mata. 

Terakhir, tanda rabies stadium lumpuh (paralisis) yaitu mulut menganga, lumpuh mulai dari kaki, susah bernafas, meninggal 6 hari setelah gelaja pertama muncul.

Itulah tanda-tanda rabies pada manusia berdasarkan stadium dan tingkatannya. Lalu bagaimana cara penangannya?

Cara penangangan rabies pada manusia yaitu:

Pertama, menuci luka gigitan secepatnya dengan sabun/deterjen pada air mengalir selama 15 menit lalu diberi antiseptic seperti obat merah dan sejenisnya

Kedua, segera pergi ke Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) untuk dilakukan kembali pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi.

Berikan serum anti rabien (SAR) sesuai indikasi penanganan luka gigitan sesegera mungkin setelah terpapar hewan rabies, efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian

Untuk kelompok risiko tinggi tertular rabies, lakukan imunisasi/kekebalan terhadap virus rabies (pre exposure immunization)

Rabies sendiri merupakan salah satu penyakit zoonosis tertua yang disebabkan oleh virus rabies (Lyssavirus). Rabies menyerang saraf dan otak. Bisa menjadi serius jika tidak segera ditangani dengan tepat. (*/Alina)

Sumber: @kemenkes_ri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada! 5 Penanganan Pertama Jika Terkena Gigitan Anjing Rabies

Waspada! 5 Penanganan Pertama Jika Terkena Gigitan Anjing Rabies

Your Say | Jum'at, 16 Juni 2023 | 16:29 WIB

447 Warga Terkena Gigitan Hewan dan 3 Orang Meninggal Dunia Akibat Rabies di Landak

447 Warga Terkena Gigitan Hewan dan 3 Orang Meninggal Dunia Akibat Rabies di Landak

Kalbar | Rabu, 14 Juni 2023 | 21:06 WIB

Kasus Gigitan Anjing Rabies Meningkat di Kalbar, Ini Langkah Pertama untuk Cegah Penularan

Kasus Gigitan Anjing Rabies Meningkat di Kalbar, Ini Langkah Pertama untuk Cegah Penularan

Kalbar | Rabu, 14 Juni 2023 | 08:05 WIB

Terkini

Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan

Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan

Kalbar | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:51 WIB

Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan

Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan

Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan

Riau | Minggu, 24 Mei 2026 | 22:03 WIB

Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan

Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 22:00 WIB

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS

Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS

Riau | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:29 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta

Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:00 WIB