SUARA BANDUNG - Polemik terkait Stadion Internasional Jakarta atau JIS hingga kini masih menuai reaksi publik. Berawal dari pernyataan menteri PUPR pasca melakukan kunjungan bersama menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI (4/7) yang menyatakan bahwa rumput JIS tidak sesuai dengan standar FIFA.
JIS masuk dalam daftar stadioan yang dijadikan opsi untuk gelaran piala dunia U-17. Indonesia sebagai tuan rumah tentu ingin memberikan pelayanan terbaik, salah satunya terkait venue.
Jika kita tarik ke belakang, semula JIS dibangun karena adanya permintaan dari supporter sepakbola Jakarta (Jakmania) yang sudah lama menginginkan stadion sepakbola. Maka dibangunlah JIS oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan, untuk menjawab permintaan Jakmania.
Hal ini pun dibenarkan oleh pendiri Jakmania, Bung Ferry Indrasjarief. Menurutnya, Jakmania adalah kelompok supporter yang paling sering dan sudah sejak lama menyuarakan ingin dibangunkan stadion.
Dalam tayangan ILC (6/7), Bung Ferry menyebutkan, "Jakmania sudah lama teriak ingin dibangunkan stadion, kemudian Pak Anies bangunin stadion dan sekarang kita bahagianya luar biasa, karena dibangunin stadion yang megah banget, kita yang liatnya aja ga puas untuk foto-foto seharian".
Meskipun di Jakarta ada stadion megah lainnya seperti Gelora Bung Karno, namun faktanya tim asal Ibu Kota Persija Jakarta tidak bisa dengan mudah menggunakan stadion tersebut. Bahkan yang sering terjadi, Persija harus tersisihkan ke Bogor atau Bekasi.
GBK sering digunakan banyak kepentingan, seperti sering digunakan untuk kegiatan politik, konser, dan kegiatan lainnya. Padahal GBK didesain fungsi utamanya adalah untuk event olahraga.
Senada dengan Bung Ferry, Eks Anggota Komite Etik FIFA, Dali Tahir pun sepakat jika JIS harus segara diverifikasi untuk kepentingan Persija. Dali Tahir melihat Persija adalah tim bersejarah yang banyak melahirkan pemain-pemain nasional.
Dali Tahir pun menilai Persija merupakan tim sepakbola yang memiliki basis supporter yang sangat banyak. Sehingga kenyamanan dan keamanan pendukungnya harus sangat diperhatikan.
Baca Juga: Review Buku 'Hidup Sekali Bijak Mengeksekusi' Karya Mareta Firdhausa
"Persija ini patut diperhatikan, karena Persija merupakan tim bersejarah.... Sekarang mereka (Persija) ini seperti domba yang tidak punya tempat untuk bermalam. Sedangkan potensi fansclub-nya Persija itu sangat fantastic.... JIS itu buat Persija seharusnya, itu saja", pungkas Dali Tahir. (*)
Sumber: YouTube Indonesia Lawyers Club