SUARA BANDUNG - Tak secerah Bima Sakti dan Bambang Pamungkas, simak nasib para mantan punggawa Timnas Indonesia potensial yang kini seolah lenyap dari dunia sepakbola. Salah satunya bahkan berakhir jadi begal.
Nama Bima Sakti hingga saat ini masih eksis di dunia persepakbolaan tanah air, khususnya jika berbicara perihal timnas. Begitupun dengan Bambang Pamungkas yang masih nampak malang melintang di dunia sepakbola, meski sudah tidak terjun ke lapangan lagi.
Nasib berbeda dari Bima Sakti dan Bambang Pamungkas, beberapa nama mantan punggawa Timnas Indonesia yang kariernya meredup berakhir naas.
Di lansir dari akun YouTube Daftar Populer, ada setidaknya 5 mantan pemain timnas yang sempat menjadi idola masyarakat Indonesia dan begini nasibnya:
1. Muchlis Hadi
Muchlis Hadi adalah salah satu mantan punggawa Timnas Indonesia yang pernah mencetak 7 gol dalam 20 laga Timnas U-19 era tahun 2014.
Potensi tak meragukan yang dimiliki Muchlis Hadi, membuat PSM Makassar mengontraknya selama 6 tahun.
Karier Muchlis mulai meredup ketika ia memutuskan menjadi polisi dan mulai bergabung dengan Bhayangkara FC.
Sempat ditarik kembali ke timnas senior, namun potensi Muchlis tak secemerlang ketika masih di U-19.
Ia pun pernah bergabung dengan Persib Bandung dan hanya diturunkan sebanyak 5 kali pertandingan dan mencetak 1 gol.
2. Maldini Pali
Pemain asal Sulawesi Selatan yang sempat dieluh-eluhkan sebagai winger masa depan sejak direkrut Indra Sjafri bermain di timnas ini, ternyata nasibnya kurang beruntung.
Maldini Pali pernah menjadi salah satu punggawa Timnas U-19 dan berhasil membawa nama Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 di Sidoarjo, dan berhasil ikut serta meloloskan timnas ke ajang Piala Asia 2014.
Sempat bermain di PSM Makassar dan Sriwijaya FC, pemain yang memiliki julukan 'free style' ini lantas bergabung dengan Bhayangkara FC, selaras keputusannya untuk masuk Polisi.
Sayangnya, di sana potensi Maldini kembali kurang bisa maksimal dan sempat hinggap di Kalteng Putera yang akhirnya terdegradasi.
3. Fachri Firmansyah
Kisah miris dirasakan oleh Fachri Firmansyah, mantan punggawa Timnas U-21 ini sempat berjaya di masanya.
Namun, ketika bertanding ke Spanyol dan kena tekel, membuat Fachri cedera hingga masalah tersebut berkepanjangan.
Sempat direkrut Sriwijaya FC, Fachri nyatanya harus menyerah karena persoalan cedera yang ia alami tersebut.
Bahkan, ia sempat menjadi kuli panggul dan beralih sebagai satpam di sebuah pabrik rokok di Kediri untuk membiayai pengobatan cederanya.
Fachri sempat trauma dan membenci sepakbola gara-gara hal tersebut, karena merasa tidak dipedulikan oleh PSSI atas kondisi mirisnya.
Hingga akhirnya, Edy Rahmayadi yang saat itu masih menjawab sebagai Ketum PSSI menghampirinya usai viral dan memasukkannya menjadi tentara.
4. Irvin Museng
Nama Irvin Museng mungkin tak akan asing bagi pecinta sepakbola yang mengikuti kisah emasnya sebagai top skorer timnas junior.
Pada tahun 2005, Irvin Museng merupakan salah satu pemuda bertalenta emas milik timnas junior yang berhasil menjadikkan nama Indonesia menduduki peringkat 11 pada ajang Danone Nations Cups di Perancis.
Tak tanggung-tanggung, Irvin dan skuad Garuda Junior bisa membantai negara adidaya seperti Irlandia dan Belanda di Piala Dunia tersebut.
Irvin memiliki julukan 'Bocah Ajaib' sebab torehan 10 gol yang ia hasilkan selama membela timnas. Hal ini pula yang membuat klub Ajax Amsterdam melirik potensi Irvin.
Namun, ia tak lama di sana karena permasalahan visa. Sampai akhirnya harus kembali mengadu nasib di Indonesia dan berlabuh ke PSM Makassar.
Tak lama di sana, ia sempat berpindah ke klub Pro Duta FC dan lantas tak terdengar lagi sepak terjangnya.
Melalui akun Twitter, Irvin akhirnya menjawab rasa penasaran publik. Ia mengabarkan telah pensiun dari dunia sepakbola dan memilih menjadi pengusaha, sebab mengalami cedera.
5. Dedek Hendri
Dedek Hendri adalah salah satu bintang Timnas Indonesia yang pernah digadang-gadang sebagai salah satu kiper terbaik di masa depan.
Sejak digaet untuk perkuat Timnas U-18, potensi Dedek Hendri sebagai penjaga gawang, diprediksi akan berjalan mulus.
Sayangnya, tebakan tersebut meleset sebab masalah orang tuanya bercerai hingga membuatnya frustasi dan menjadi pecandu narkoba.
Bahkan tragisnya, Dedek sampai tertangkap pihak kepolisian saat melancarkan aksinya sebagai begal untuk membeli barang-barang haram tersebut.
Tak tanggung-tanggung, Dedek tega menembak korbannya dalam aksi begal yang ia lakukan. (*)