SUARA BANDUNG - Gali Freitas, winger PSIS Semarang ini dinilai memiliki 'gigitan maut' yang membuat Liga 1 semakin kompetitif.
Terbukti, selain golnya dalam laga Liga 1 PSIS Semarang melawan Dewa United hari Senin (14/8/2023), Gali Freitas juga andil dalam beberapa gol lain yang dicetak oleh rekannya.
Peran Gali Freitas dalam laga tandang PSIS Semarang ke markas Dewa United itu juga meliputi akselerasi, solo run dan skill individu yang dimiliki pemain berusia 18 tahun tersebut.
Aksi cemerlang Gali Freitas dinilai bisa terjadi akibat pola permainan yang dibangun oleh PSIS Semarang selama Liga 1 2023/2024 berlangsung.
"Andilnya apa? Selama 8 pertandingan terakhir, ada beberapa pertandingan pro-aktif. Mengambil inisiatif untuk menguasai bola. Tetapi secara sustainable, salah satu kunci PSIS Semarang itu memanfaatkan permainan cepat," bongkar Tommy Desky di kanal YouTube-nya, dikutip hari Selasa (15/8/2023).
"Nah permainan cepat itu butuh skill individu pemain-pemain middle player, dan itu dimiliki oleh Gali Freitas. Sehingga konsekuensi permainannya dirasakan oleh PSIS Semarang," lanjutnya.
Apabila Laskar Mahesa Jenar tersebut mengambil fokus dan berorientasi terhadap penguasaan bola, maka ruang untuk kedua winger mereka akan semakin sedikit.
Karakteristik itulah yang membentuk PSIS bisa melejit naik ke peringkat empat papan klasemen sementara Liga 1 saat ini hingga membuat laga semakin kompetitif, selain pertahanan gawang Rizky Darmawan yang kokoh.
Di sisi lain, para pemain asing bermain pertama kali di Liga 1, memberikan pujian atas kemajuan sepakbola di Indonesia usai berkaca dari berjalannya laga Liga 1 2023/2024.
"Contoh Junior Eldstal, ia katakan Liga Indonesia liga terbaik saat ini, karena persaingannya sangat ketat," tambahnya.(*)