SUARA BANDUNG - PSM Makassar ditagih membayar utang, jelang laga lawan Yangon United pada ajang AFC Cup 2023, malam nanti pukul 18.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Momen laga PSM Makassar vs Yangon United di AFC Cup 2023, nampak diwarnai dengan sletingan miring tentang nasib klub asuhan Bernardo Tavares itu.
Sebab, jelang laga bergengsi seperti AFC Cup 2023 lawan Yangon United, publik justru membicarakan penagihan utang terhadap PSM Makassar.
Dalam sebuah unggahan si penagih utang yang awalnya viral melalui Instagram, menyebut jika pihak manajemen PSM Makassar tidak menepati janji membayar utang mereka dari kurun waktu 2016 hingga saat ini.
Dari unggahan erisoya_jrm menyebut jika utang yang diberikan, untuk memenuhi kebutuhan operasional PSM Makassar pada akhir tahun 2016 hingga 2019.
Yakni seperti pengadaan tiket pertandingan, kebutuhan hotel tim saat bertandang, hingga gaji para pemain.
![PSM Makassar ditagih untuk membayar utang, jelang play-off AFC Cup 2023 lawan Yangon United. [Instagram erisoya_jrm]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2023/08/23/1-image0-2023-08-23t160519494.jpeg)
Kedua belah pihak sudah membuat surat perjanjian terkait pembayaran yang akan dilakukan oleh manajemen PSM Makassar secara bertahap atau mencicil.
Akan tetapi dalam prakteknya selama ini, pihak PSM Makassar tidak bisa memenuhi janji sesuai dengan surat perjanjian tersebut.
Bahkan beberapa kali diadakan pertemuan pun hasilnya lagi-lagi tidak bisa dipenuhi oleh klub.
"Sejak di tanda tangani perjanjian hutang piutang psm makassar hingga saat ini saya sangat kecewa karena sampai saat ini pembayaran hutang psm yang di gunakan unutk kepentingan operasional team tahun 2016-2019 (tiket, hotel team away dllnya bahkan gaji pemain), blm terselesaikan," tulis akun Instagram erisoya_jrm, dikutip hari Rabu (23/8/2023).
"tepatnya pembayaran tidak sesuai dengan perjanjian," lanjutnya.(*)