Fully Funded Beasiswa: Dalam kasus beasiswa fully funded, manfaat yang diberikan mencakup biaya perkuliahan, akomodasi, biaya hidup, asuransi, biaya penelitian, buku, tiket perjalanan, dan kadang-kadang tunjangan visa. Penyedia beasiswa fully funded memberikan manfaat finansial penuh.
Partially Funded Beasiswa: Mahasiswa yang menerima beasiswa partially funded akan mendapatkan keringanan biaya perkuliahan, potongan uang SPP, atau bantuan biaya akomodasi, tergantung pada jenis beasiswa. Manfaat ini biasanya lebih terbatas daripada beasiswa fully funded.
4. Contoh Beasiswa Fully Funded dan Partially Funded
Contoh beasiswa fully funded yang terkenal meliputi Fulbright Scholarship (beasiswa pascasarjana dari Amerika), British Chevening Scholarship (beasiswa di Inggris tanpa persyaratan TOEFL/IELTS), dan Australia Awards Scholarship (beasiswa S2 dan S3 di Australia).
Sementara itu, contoh beasiswa partially funded mencakup GreenMatch Sustainability Scholarship (£1,000 UK), Techno MBA Scholarship KAIST (beasiswa untuk mahasiswa internasional jurusan bisnis administrasi di KAIST, Korea Selatan), dan RMIT University Sam and Nina Narodowski PhD Scholarship (beasiswa gelar PhD untuk mahasiswa internasional di RMIT University Australia).
Dalam memilih beasiswa, penting untuk memahami perbedaan antara fully funded dan partially funded untuk memutuskan mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan kamu.
Keduanya memiliki manfaat tersendiri, tetapi bergantung pada tingkat dukungan finansial yang kamu butuhkan selama masa studi kamu.
sumber: vistaeducation
Baca Juga: 4 Pemain Persib Ini Diragukan Tampil Saat Berjumpa Borneo FC, Siapa Saja?