Keluarga Brigadir J Tantang Komnas HAM, Kecewa Yosua Dituduh "Kembali" Lecehkan Putri Sambo
SuaraBandungBarat.id - Rekomendasi Komnas HAM kepada penyidik terkait adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi, menjadikan keluarga Brigadir J kebingungan.
Sebelumnya, kasus pelecehan seksual yang mulanya dituduhkan kepada Brigadir J telah dihentikan setelah masuk tahap penyidikan. Tim penyidik Polri tidak menemukan adanya peristiwa pidana dalam kasus tersebut.
Bahkan, pada saat itu polisi menduga bahwa laporan yang telah dibuat oleh istri Ferdy Sambo tersebut hanyalah alat untuk menghalangi penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, dan dikategorikan sebagai ‘obstruction of justice’.
Pemberhentian penyidikan laporan Putri tersebut sebelumnya resmi diumumkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim pada hari Jumat, 12 Agustus 2022.
Namun, setelah terbitnya BAP Ferdy Sambo, pemeriksaan tersangka kepada Putri Candrawathi oleh Timsus, dan hasil investigasi Komnas HAM dan Komnas Perempuan, isu kekerasan seksual kembali mencuat.
Diinformasikan sebelumnya, Komnas HAM menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait kasus pembunuhan Brigadir J pada Kamis (1/9/2022). Salah satunya mengenai adanya dugaan kuat pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.
“Terdapat dugaan kuat terjadi peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Saudari PC di Magelang tanggal 7 Juli 2022," tutur Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (1/9/2022).
Keluarga Brigadir J pun meminta kepada Komnas HAM untuk memberikan bukti akurat mengenai dugaan tersebut. Contoh yang paling sederhana, menurut keluarga Brigadir J, adalah rekaman CCTV di rumah Magelang, di mana dugaan pelecehan seksual itu terjadi.
Baca Juga: Bapaknya Asal Brebes, Ini Profil Tyroe Muhafidin Pemain The Rings of Power
“Kami minta ya ke komnas HAM ya, bukti-bukti yang akurat. Contoh kecil aja ya, di rumah Magelang nggak mungkin ada CCTV, tolong dong ditunjukkan kebenarannya,” tutur Roslin Emika Simanjuntak, kerabat dekat Brigadir J.
Roslin menegaskan, pihak keluarga Brigadir J meminta Komnas HAM tidak hanya berpijak pada keterangan Putri Candrawathi dan Kuat Ma’ruf.
“Jangan cuma omongannya, omongan Bu PC (Putri Candrawathi-red) yang didengarkan atau si Kuat. Kalau omongan bisa aja ya, bilang ini itu, tapi bukti yang paling utama ya, bukti itu yang bisa pedoman kita, kalau memang betul-betul almarhum melakukan itu, kasih bukti yang akurat,” pungkas Roslin.
Sumber : Suara.com