SuaraBandungBarat.id - Puluhan mahasiswa geruduk kantor DPRD kota Cimahi mereka berunjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM bersubsidi.
Dalam aksinya mereka 'memukul' mundur Polisi yang sedang melakukan penjagaan di pintu masuk dengan memasang spanduk tanda penyitaan di Gedung DPRD Cimahi pada Rabu (7/9/2022). kemarin
Sebelumnya mereka berorasi dan membakar ban di Jalan Djulaeha Karmita, tepat di hadapan Gedung DPRD Cimahi sebagai bentuk kekecewan terhadap putusan pemerintah yang menaikan harga BBM bersubsidi yang terkesan mendadak.
Para aksi unras pun terus berteriak meminta aggota dewan untuk keluar dan menemui massa yang ingin menyampaikan aspirasi .
Wakil Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Kota Cimahi Beraliansi dengan Mahasiswa Kota Cimahi, Dwi Candra (21) mengatakan mereka membawa enam tuntutan yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo dan pihak kepolisian.
"Kami membawa 6 tuntutan dalam aksi kali ini. Yakni meminta Presiden Joko Widodo menurunkan harga BBM, menjaga ketersedian dan pendistribusian BBM, dan memberantas mafia BBM," kata Dwi kepada wartawan di sela aksi unjuk rasa.
"Menolak represifitas anggota Polri dalam pengamanan aksi, menindak tegas yang melanggar protap, dan meminta Pemkot Cimahi untuk bersama-sama menolak kenaikan harga BBM tersebut," imbuh Dwi.
Kenaikan BBM berdampak luas pada berbagai sektor, terutama ekonomi. Mulai dari menurunnya daya beli masyarakat, potensi melambungnya harga sembako, hingga uang jajan anak sekolah hingga mahasiswa yang terancam berkurang.
"Buat orangtua kita, di saat BBM naik gaji mereka tidak naik. Dampak ke kita juga banyak karena banyak mahasiswa yang menggunakan kendaraan tentunya akan berpengaruh pada uang bekal," ucap Dwi.
Baca Juga: Ngaku Panglima Kesultanan, Pengacara Dukun se-Indonesia Bakal Laporkan Raffi Ahmad dan Andre Taulany
Selain membawa keresahan di tengah beragam gejolak yang timbul akibat kebijakan pemerintah, mereka juga kecewa karena aspirasi tidak ada anggota DPRD Kota Cimahi yang menampung aspirasi mereka.
"Padahal kita hadir dengan rasa keresahan, harapannya bisa bertemu karena mereka merupakan wakil rakyat dari Kota Cimahi. Sampai sekarang kita masih menunggu," tutur Dwi.
Dari keresahan dan buntut kekecewaan itu, mahasiswa lantas menyita Gedung DPRD Kota Cimahi. Menurut mereka anggota dewan justru menjadi budak korporat bukan sebagai wakil rakyat.
"Kita menyegel gedung DPRD Kota Cimahi ini karena kami merasa ini rumah kami, rumah rakyat, yang justru diduduki budak-budak korporat," kata Dwi.
Sumber : Suara.com