"Untuk pengambilan di Pos Bandung selama dua hari ini kita fasilitasi untuk tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Regol dan Astanaanyar. Untuk lokasi lain itu tergantung pihak kecamatan dan kelurahan mau tempatnya di mana," ujarnya.
Dalam tahapan proses verifikasiKPM dariBLTBBM pada saat akan menerima bantuan ini, yaitu melalui face recognition, scanbarcodecekpos digital yang terdapat pada SPKPM.
Selain itu, apabila penerima manfaat diwakili oleh keluarga, maka akandiinput Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang mewakili, juga foto diriKPM atau yang mewakili, dan khusus untukKPMdifabel difoto seluruh badan.
171 Ribu Warga KBB Terima BLT BBM
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Berdasarkan data Dinas Sosial KBB, penerima BLT subsidi BBM tersebut mencapai 171.360 orang dengan rincian 38.832 untuk tahap pertama dan 132.528 untuk tahap kedua.
"Untuk BLT BBM (tahap pertama) sudah mulai disalurkan hari ini sampai Minggu (11/8/2022), secara bertahap tentunya," ujar Kepala Dinas Sosial KBB, Sri Dustirawati kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).
Sri mengatakan sasaran penerima BLT subsidi BBM ini merupakan warga yang juga sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang datanya sudah terinput di Kementerian Sosial.
"Untuk penerimanya yang PKH juga ya, yang tercatat di sistem. Nah memang ada bantuan baru juga nanti untuk UMKM dan tukang ojeg, tapi masih dalam tahap sosialisasi," kata Sri.
Baca Juga: Viral Aksi Bapak Bawa Anak Mandi di Sungai dengan Naik Helikopter, Publik: The Real Sultan
BLT BBM sebesar Rp 600 ribu tersebut bakal diberikan sebanyak empat kali dengan masing-masing pemberian sebesar Rp 150 ribu untuk September hingga Desember 2022 mendatang.
Namun, mekanisme penyalurannya dibagi ke dalam dua tahap, sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bakal menerima BLT BBM sebesar Rp 300 ribu pada September dan Rp 300 ribu pada Desember 2022.
"BLT BBM ini didistribusikan oleh Kemensos melalui PT Pos, jadi kita koordinasi dengan mereka, kemudian camat, dan kepala desa," katanya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, kata Sri, nantinya pihak PT Pos akan berkoordinasi dengan pendamping PKH untuk mempermudah penyaluran terutama bagi mereka yang tidak bisa datang langsung.
"Bahkan kalau ada penerima yang disabilitas atau misalnya lansia, pihak PT Pos siap mengantar sampai ke rumah mereka dan akan didampingi dari Dinsos," ucap Sri.
Sumber : Suara.com