SuaraBandungBarat.id - Tidak ada yang menyangka jika acara peringatan bom Bali di Kuta, Bali pada Rabu malam (12/10/2022) viral.
Warga Australia yang sedang ada di kawasan Kuta sampai marah lantaran kembali melihat kekejaman teroris yang menghancurkan tempat hiburan malam beberapa tahun silam lalu.
Biasanya, upcara peringatan Bom Bali dikemas dengan acara syahdu dan penuh cita di antara sesama keluarga korban.
Akan tetapi, kali ini pengemasan acara peringatan Bom Bali sangat berbeda, bahkan dinilai kembali membuka luka lama yang sakit dan mengoyak hati.
Saat menghadiri upacara peringatan bom Bali di Kuta, sejumlah keluarga korban Australia dan teman-teman korban bom Bali marah.
Mereka tidak menyangka melihat peristiwa kelam tersebut dalam sebuat acara pemutaran video yang menayangkan detik-detik bom meledak di Sari Club.
Di sana terdapat ratusan orang berkumpul. Mereka datang ke lokasi ledakan di Kuta untuk memperingati 20 tahun serangan teroris yang menewaskan 202 orang tersebut.
Namun, banyak dari mereka yang hadir malah kaget dengan pemutaran video yang disiapkan Polri dan pemerintah Indonesia.
Ketika itu pemutaran video mengerikan itu diputar pada pukul 23.05, tepat ketika bom meledak.
Baca Juga: Situs Gua Pawon Bakal Ditata agar Nyaman bagi Wisatawan
Video diputar di layar besar di depan tempat yang dulunya Sari Club, benar-benar dirasa membuka luka lama yang seakan diingatkan kembali.
Tayangan video yang sangat memilukan dan memperdengarkan suara teriakan para korban saat tempat itu meledak.
"Mereka (otoritas setempat) memasang video pengeboman, pembantaian, mengoyak hati kami yang melihat semuanya lagi," kata Jeff Marshall, yang kehilangan ayahnya dalam serangan bom di Sari Club.
Dalam pemutaran video tersebut, Jeff mengaku sangat kecewa. Dia sebagai keluarga korban malah tidak diizinkan masuk tempat bekas Sari Club hanya untuk sekadar menyalakan lilin.
Padahal di tahun-tahun sebelumnya, semua keluarga korban diizinkan masuk untuk mengenang kejadian mematikan tersebut.
"Kami tidak diperbolehkan masuk ke [bekas] Sari Club dan menyalakan lilin seperti sebelumnya untuk memberi penghormatan," katanya.
"Kami bahkan tidak bisa pergi ke tugu peringatan sekarang," katanya.
Dia pun mempertanyakan, polisi dan perwira militer Indonesia malah diizinkan masuk ke situs peringatan untuk meletakkan karangan bunga.
Dalam pemutaran video tersebut, pemerintah Australia mengatakan tidak terlibat.
Bahkan secara resmi pemerintah Australia akan menyampaikan kemarahan warganya kepada pihak berwenang Indonesia.
"Kami sangat kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh penyelenggara," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Australia
"Kami memahami kesulitan yang ditimbulkan dan siap menawarkan bantuan kepada setiap warga Australia yang mungkin membutuhkannya."
Umar Patek ikut muncul dalam video
Kemudian, dalam video lain mereka juga melihat tayangan Umar Patek.
Dia adalah pembuat bom dalam serangan Bom Bali. Umar Patek terlihat mengibarkan bendera Indonesia.
Rupanya kemunculan Umar Patek dalam video diprotes keras Jan Laczynski.
Dia yang kehilangan lima temannya dalam serangan bom, langsung terkejut melihatnya.
"Seharunya fokusnya pada 88 orang Australia, 202 [korban] ... tidak difokuskan pada monster-monster ini, para teroris ini."
Saat ini dikabarkan jika Umar Patek sedang menunggu pembebasan bersyarat dari penjara setelah menjalani setengah dari hukuman 20 tahun. (*)
Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan ABC News telah tayang di suara.com berjudul: Warga Australia Geram Melihat Video Detik-Detik Ledakan Saat Peringatan Bom Bali di Kuta