SuaraBandungBarat.id- Pengamat Politik dan Akademisi, Rocky Gerung menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah atas adanya kasus gagal ginjal akut yang menelan nyawa puluhan anak di Indonesia. Baginya hal tersebut merupakan peristiwa horor sekaligus teror.
Hal tersebut diutarakannya pada diskusi Forum News Network (FNN) terkait fenomena gagal ginjal akut di Indonesia yang diunggah dalam YouTube Rocky Gerung, pada Jumat (21/10/2022).
Ia mengatakan, seharusnya pemerintah melakukan evaluasi rutin terhadap distribusi obat yang beredar di pasaran. Dengan begitu, kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak tersebut dapat diminimalisir.
“Ini horor sekaligus teror karena publik mulai menganggap kalau begitu ga ada rasa aman kalau kita beli resep (obat). Kalau begitu pemerintah tidak melakukan evaluasi rutin untuk screaning dan itu mesti dilakukan,” katanya.
Ia menambahkan, jika sejak awal pemerintah melakukan tindakan preventif tentu jumlah korban yang meninggal dunia di Indonesia tidak akan menyentuh puluhan orang dan ratusan lainnya yang saat ini terkonfirmasi mengidap penyakit tersebut.
”Kalau ada dua atau tiga kasus itu mesti dilakukan mitigasi total. Ini nunggu 99 orang meninggal, mungkin masih ada yang tewas dengan cara yang sama tapi tidak dilaporkan karena masifnya penggunaan obat itu,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika sejak awal sudah dilakukan pengawasan yang rutin oleh pihak terkait dalam hal ini Depatemen Kesehatan (Depkes) maupun BPOM dengan melakukan sampling secara rutin peristiwa ini tidak akan terjadi di Indonesia.
“Kalau ditemukan di awal obat itu sebagai kegagalan komposisi, ada bahan komposisi yang berbahaya kan ada pelaporan-pelaporan yang rutin. Departemen kesehatan yang seharusnya melakukan sampling terus menerus,” katanya.
Pasca pandemi Covid-19, kata Rocky, seharusnya pemerintah peka terhadap kerentanan baru yang terjadi selanjutnya pasca corona. Dengan begitu, adanya peristiwa gagal ginjal akut yang terjadi pada tidak terjadi. Salahsatunya dengan melakukan sampling terhadap obat yang dilakukan oleh BPOM.
“Persiapan itu harusnya sudah dilakukan oleh pemerintah, justru anak-anak itu mungkin rentan karena dia masih tahan terhadap virus corona tapi komposisi-komposisi kimia dalam tubuhnya itu berubah sehingga obatnya yang tadi aman jadi berbahaya,” katanya.
Dengan adanya korban jiwa lantaran terdiagnosa mengalami gagal ginjal akut, kata dia, merupakan sekandal yang dialami pemerintah saat ini. Oleh karena itu, harus ada pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi saat ini.
“Kita mau tuntut siapa itu, seharusnya mesti ada pertanggungjawaban di awal. Bahwa oke BPOM kami bertanggung jawab, kendati belum diperiksa tapi kami bertanggung jawab, oke sekarang silahkan kami dapat sanksi sekarang kalaupun tidak mundur duluan. Paling tidak ada ucapn itu aja gitu,” katanya. (*)
Sumber: YouTube Rocky Gerung