SuaraBandungBarat.id - Proyek ambisius Presiden Joko Widodo dalam pembangungan Kereta Cepat Jakarta-Bandung senilai Rp118,5 triliun ternyata tidak sejurus dengan dampak awal yang dirasakan masyarakat.
Hingga saat ini banyak masyarakat yang terkena dampak sejak awal proyek garapan China dimulai hingga berjalannya pembangunan.
Progeres Kereta Cepat Jakarta-Bandung khusunya yang berada di Bandung Barat, Jawa Barat tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.
Misalnya, di saat kemeriahan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang luar biasa, warga di Kompleks Tipar Silih Asih justru gigit jari.
Mereka hingga kini tidak jelas nasibnya lantaran merasa masih digantung oleh proyek ambisius pemerintah Indonesia bersama China itu.
![uji operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom]](https://media.suara.com/suara-partners/bandungbarat/thumbs/1200x675/2022/11/19/1-uji-operasional-kereta-cepat-jakarta-bandung.jpg)
Kemegahan proyek ambisis Presiden Joko Widodo alias Jokowi ini benar-benar merugikan mereka yang tinggal di sana.
Banyak rumah warga di RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang rusak itu dampak selama proyek berlangsung.
Mereka hingga kini masih belum tersentuh perbaikan meski sudah mengadu berkali-kali.
Misalnya seperti rumah milik warga sekaligus Ketua RT 04/13, Heru Agam.
Terlihat sejumlah sudut rumahnya yang retak akibat dampak dari adanya aktivitas blasting atau peledakan.
Proses peledakan untuk menjebol Gunung Bohong yang tepat berada di dekat pemukiman warga itu benar-benar dirasakan daya rusaknya hingga ke pemukiman warga.
Para pekerja terus menembus gunung tersebut untuk dijadikan terowongan atau tunnel 11 trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Dan sekarang proses peledakkan untuk menjebol gunung sudah dilakukan dan berhasil.
Saat ini sudah berbentuk terowongan hasil kerja subkontraktor yakni PT CREC.
Akan tetapi mirisnya, dampak dari pengerjaan itu membuat banyak rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih rusak, seperti retak pada dinding dan lantai.