Pemilu 2024 Bakal Proporsional Tertutup? Zulkifli Hasan: Kita Gak Usah Munafik!

bandungbarat

Rabu, 11 Januari 2023 | 13:20 WIB
Pemilu 2024 Bakal Proporsional Tertutup? Zulkifli Hasan: Kita Gak Usah Munafik!
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

SuaraBandungBarat.id- Polemik terkait Pemilu 2024 dilakukan dengan sistem proposional tertutup menjadi perbincangan beberapa kalangan. Ada yang setuju dan banyak juga yang menolak.

Lalu, apakah arti dari pemilihan dengan sistem proposional tertutup dan terbuka?

Sistem Pemilu Proposional Tertutup

Sistem Pemilu proporsional tertutup adalah salah satu sistem perwakilan berimbang di mana nantinya pemilih itu hanya dapat memilih partai politik saja secara keseluruhan dan tidak dapat memilih kandidat atau orangnya.

Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

Sistem Pemilu proporsional terbuka adalah nantinya, pemilih dapat memilih kandidat yang tersedia di salah satu parpol.

Ada beberapa partai yang menolak terkait perbincangan ini, setidaknya ada delapan partai politik resmi menyatakan menolak pemilihan umum atau Pemilu dengan sistem proporsional tertutup.

Kedelapan parpol tersebut adalah partai PPP, PAN, PKS, Demokrat, PKB, Nasdem, Gerindra, dan partai Golkar.

Pemilu proporsional tertutup dinilai memiliki kelebihan untuk partai, karena partai politik bisa kuat melalui Kaderisasi, para kader potensial bisa diberikan kesempatan yang lebih luas dan bisa menekan potensi money politic.

baca juga

Adapun kekurangan dari sistem proporsional tertutup yakni bisa mengurangi intensitas interaksi antara kader partai dengan pemilih apalagi bagi partai kecil dan baru peserta pemilu.

Sedangkan sistem Pemilu proporsional terbuka memliki kekurangan karena bisa melemahkan partai politik karena mengedepankan figurnya bukan partai politiknya. sehingga visi misi partai terlupakan dan hanya mendapatkan perhatian dari pemilih untuk calon yang diusung.

Sementara untuk kelebihannya intensitas interaksi pemilih dan kader politik lebih banyak, pemilih dapat memilih langsung calon pilihannya sendiri, dan membuka ruang bagi partai baru untuk berkontestasi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri perdagangan sekaligus ketua Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan  mengatakan bahwa dirinya menolak keras wacana tersebut.

"PAN menolak keras wacana pemilu sistem proporsional tertutup karena telah diuji Mahkamah Konstitusi pada tahun 2008. Sistem pemilu terbuka sesuai putusan MK tersebut telah dilaksanakan pada pemilu tahun 2009, 2014, dan 2019 berjalan dengan baik,” kata Zulhas dikutip dari Antara.

Zulhas dalam wawancara Close The Door kemudian menambahkan bahwa sistem yang saat ini dianut dalam pemilu juga belum bisa secara maksimal dilakukan dengan baik, namun kenapa harus dirubah menjadi sistem proposional tertutup. Seharusnya bisa semakin hari semakin baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pimpinan DPR Soroti Usulan Perubahan Sistem Pemilu

Pimpinan DPR Soroti Usulan Perubahan Sistem Pemilu

DPR | Rabu, 11 Januari 2023 | 12:36 WIB

Terkini

Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo

Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Kisah Inspiratif Dr. Timothy Astandu, Tuntas Jelajahi 197 Negara Berdaulat di Dunia

Kisah Inspiratif Dr. Timothy Astandu, Tuntas Jelajahi 197 Negara Berdaulat di Dunia

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Membaca Buku Barat vs Lokal: Benarkah Karya Penulis Indonesia Selalu Subjektif?

Membaca Buku Barat vs Lokal: Benarkah Karya Penulis Indonesia Selalu Subjektif?

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Mimi OH MY GIRL Siap Debut Solo, Tunjukkan Warna Musik Lewat Single Perdana

Mimi OH MY GIRL Siap Debut Solo, Tunjukkan Warna Musik Lewat Single Perdana

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Akhir Pekan Tetap Menarik!

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Akhir Pekan Tetap Menarik!

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain

Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:41 WIB

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN

Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:35 WIB

×