Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Achmad Fauzi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim
Hilirisasi industri agro masih minim. (Pexels/Muhammad Yunus)
baca 10 detik
  • Pemerintah menetapkan kelapa sawit, kelapa, dan rumput laut sebagai komoditas prioritas hilirisasi agro dalam RPJMN 2025–2029 untuk meningkatkan ekspor nasional.
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan ekspor nonmigas seperti kopi, teh, dan rempah-rempah meningkat pesat pada April 2026 akibat tingginya permintaan mitra dagang.
  • Peneliti LPEM UI Christina Ruth Elisabeth menilai sektor agro membutuhkan peta jalan khusus yang berbeda dari sektor pertambangan untuk memperkuat daya saing.

Suara.com - Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri agro sebagai strategi untuk meningkatkan ekspor nasional. Namun, di balik tren ekspor yang terus menguat, kalangan akademisi menilai pengembangan hilirisasi sektor agro masih menghadapi tantangan besar lantaran belum memiliki peta jalan (roadmap) yang komprehensif seperti sektor pertambangan.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menetapkan 15 komoditas prioritas untuk pengembangan industri hilirisasi. Untuk sektor agro, komoditas yang menjadi fokus meliputi kelapa sawit, kelapa, dan rumput laut.

Sementara itu, komoditas lain seperti teh, kopi, rempah-rempah, hingga tembakau memang belum masuk dalam daftar prioritas RPJMN. Meski demikian, komoditas tersebut dinilai tetap memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara eksportir melalui pengembangan industri hilir.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kinerja ekspor Indonesia pada April 2026 menunjukkan tren positif, terutama ditopang oleh ekspor nonmigas.

Tembakau hasil panen petani di Temanggung, Jawa Tengah. [Dok. Serat.id]
Ilustrasi minimnya hilirasi industri agro [Dok. Serat.id]

"Beberapa komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi, antara lain, kopi, teh, dan rempah-rempah yang meningkat 54,44 persen, tembakau dan rokok 43,49 persen," ujar Budi seperti dikutip, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, peningkatan ekspor tersebut didorong tingginya permintaan dari negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, industri pengolahan masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekspor nasional.

Dorongan untuk memperkuat hilirisasi agro juga sebelumnya disampaikan Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Dida Gardera dalam acara Member Gathering APINDO pada Juni lalu.

Ia menyarankan agar pemerintah lebih fokus mengembangkan sektor industri agro untuk memperkuat industri pengolahan nasional. Selain itu, investasi dan kemudahan fasilitasi penanaman modal dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong hilirisasi agro yang berkelanjutan.

Meski sektor pertanian telah masuk dalam Satgas Percepatan Hilirisasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mencakup pertanian, kehutanan, serta kelautan dan perikanan, hingga kini belum terdapat strategic plan atau roadmap yang secara khusus mengatur peningkatan daya saing industri agro.

baca juga

Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan Rantai Nilai Global, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Christina Ruth Elisabeth menilai kondisi tersebut perlu segera dibenahi.

"Diperlukan roadmap penguatan daya saing industri agro yang berbeda dari sektor pertambangan karena karakteristik dan dampaknya lebih inklusif. Roadmap hilirisasi yang ada saat ini masih berfokus pada sektor mining," jelasnya.

Ruth menjelaskan, hilirisasi produk agro sebenarnya telah berjalan, namun perkembangannya belum merata di setiap komoditas.

Ia menyebut industri tembakau dan kelapa sawit telah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan produk hilir yang berorientasi ekspor. Sebaliknya, komoditas kopi dan kakao masih didominasi ekspor dalam bentuk bahan mentah maupun produk antara.

Menurutnya, industri tembakau dan kelapa sawit menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu menciptakan nilai tambah melalui penyerapan tenaga kerja, investasi fasilitas produksi, peningkatan penyerapan bahan baku dari petani, sekaligus memberikan kontribusi terhadap ekspor nasional.

Ruth menilai potensi sektor agrikultur Indonesia masih sangat besar untuk terus meningkatkan daya saing dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor.

Karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah melalui kebijakan yang lebih holistik dan inklusif agar hilirisasi industri agro tidak hanya menjadi wacana, tetapi mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan dan Investasi, Data Akurat Cegah Salah Ambil Keputusan

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan dan Investasi, Data Akurat Cegah Salah Ambil Keputusan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:26 WIB

Terkini

Hari Keenam Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal, Tim SAR Temukan 2 Terpal, 3 Life Jacket dan 1 Galon

Hari Keenam Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal, Tim SAR Temukan 2 Terpal, 3 Life Jacket dan 1 Galon

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 21:51 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×