SuaraBandungBarat.id- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin menerima 11 pasien rujukan korban keracunan makanan di Kampung Cilangari, Desa Cilangari, Kabupaten Bandung Barat. Dari jumlah tersebut dua orang diantaranya meninggal dunia.
Hal tersebut diungkapkan Dirut RSUD Cililin, Dr Neng Siti Djulaeha saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (15/2/2023).
Ia mengatakan, awalnya pada hari Minggu (12/2/2023) ada empat pasien yang dirujuk ke rumah sakit lantaran kondisi kesehatannya yang menurun akibat keracunan makanan yang dialaminya.
“Awalnya kan empat orang yang dirujuk, dari empat orang ini mengalami penurunan kesadaran terus satu orang mengalami syok hipovolemik kondisinya. Jadi empat orang ini, tiga orang dirawat di HCU, yang satu orang dirawat di ruang biasa dengan observasi ketat,” jelasnya.
Ia menambahkan, satu hari berselang pihaknya pun kembali menerima lima pasien rujukan korban keracunan makanan pada Senin (13/2/2023) dan pada Selasa (14/2/2023) bertambah kembali dua orang sehingga totalnya yakni 11 orang.
“Kemudian hari seninnya, ada lagi lima orang, jadi sampai hari Senin itu 9 orang, kemudian hari Selasa ya dirujuk lagi dua orang jadi sebelas orang. Sebelas orang, dua orang meninggal, kemudian lima orang dirawat di ruang rawat gedung A, kemudian empat orang di HCU,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, usia pasien yang dirujuk ke RSUD Cililin korban keracunan makanan bervariatif dari mulai anak-anak, dewasa bahkan lansia dengan total sebanyak 11 pasien.
“Lima orang anak-anak, usia 5-17 tahun dan enam orangnya dewasa yang meninggal usia 63 dan 75 tahun yakni Pak Darmat pertama dirujuk kemudian Bu Aisyah dirujuk kedua,” katanya.
Ia menyebut, kondisi pasien yang tengah menjalani perawatan di RSUD Cililin sembilan orang dengan rincian empat orang di ruangan HCU dan tiga orang diantaranya sudah sadar. Sementara itu, lima korban yang dirawat di ruang inap gedung A kondisinya kian membaik.
Baca Juga: Kiky Saputri Bikin Ngakak Buka Hadiah Pakaian Dinas Malam Untuk Khairi: Pakai di Luar Aja
“Yang empat orang itu masih di HCU belum stabil, tiga orang sudah sadar dan satu orang masih dalam kondisi somnolen atau menurun kesadaran yang lima orang sudah dirawat di gedung A, rencana empat orang itu pulang hari ini, satu orang enggak karena baru datang Selasa malam,” katanya.
Siti menegaskan, mayoritas pasien yang dirujuk ke RSUD Cililin mayoritas mengalami penurunan kesadaran akibat kekurangan cairan lantaran muntah-muntah serta diare.
“Penanganan oleh dokter spesialis, kalau anak itu sama dokter anak, kalau dokter penyakit dalam sama dokter spesialisnya juga,” tandasnya. (*)