SuaraBandungBarat.id - Kali ini Ustdaz Adi Hidayat membahas secara singkat berkaitan dengan peran Al Quran sebagai obat dari segala penyakit, khususnya penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara medis.
"Semua isi Al-Quran akan jadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, syaratnya jangan ragukan sedikit pun.
Kalau Anda ragu maka Anda tidak akan mendapat manfaatnya," kata Ustadz Adi Hidayat. Seperti dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Minggu (19/02/2023)
Adapun, Ustadz Adi hidayat menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah obat dari segala penyakit yang diderita manusia.
Selain itu, melalui AL-Qur'an semua penyakit mulai dari penyakit fisik hingga non fisik pasti bisa dihilangkan.
Ustadz Adi hidayat berpandangan bahwa di dalam Al-Qur'an itu ada obat mujarab yang disebut Syifa. Bagaimana bisa? Salah satu contoh nyata bahwa Al-Qur'an adalah obat segala penyakit adalah kisah Nabi Ayub AS.
"Apa itu Syifa? Syifa sering diterjemahkan dengan obat/penawar, namun Syifa sesungguhnya punya arti yang lebih luas. Obat itu di dalam Al-Quran ada beberapa bentuk yaitu penyakit fisik, penyakit fisik tapi sudah melampaui batas dan sulit sembuh, dan penyakit non fisik," ucap Ustadz Adi hidayat.
"Jika ada orang terkena penyakit dan sulit sembuh, medis sudah menyatakan bahwa penyakit ini tidak akan sembuh maka beralihlah ke Syifa. Ini yang pernah dilakukan oleh Nabi Ayub AS diuji dengan penyakit, Allah SWT contohkan langsung supaya kita bisa meniru," tutur Ustadz Adi hidayat.
"Nabi Ayub AS menderita penyakit yang tidak pernah diderita oleh orang sebelum beliau dan tidak akan dirasakan oleh orang setelahnya. Yang paling menarik adalah ketika semua mengatakan tidak mungkin sembuh lalu turun petunjuk dari Allah SWT lewat Al-Quran Surat Al-Anbiya' ayat 83-84," lanjut Ustadz Adi hidayat.
Baca Juga: 3 Posisi Hubungan Intim yang Merugikan Wanita Menurut Medis: Waduh Para Suami Harus Tahu Dong!
Berikut doa yang dibaca Nabi Ayub As lewat Al-Quran Surat Al-Anbiya' ayat 83-84:
Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
Artinya: Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.
Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa ayat ini bermakna pada saat Nabi Ayub AS sakit beliau meminta kepada Allah SWT. dengan penuh kesungguhan untuk diberi kesembuhan agar bisa beribadah lagi kepada Allah SWT.
"Ketika Nabi Ayub AS meninggalkan opini manusia dan kembali kepada Allah SWT dengan sangat kuat untuk beribadah kepada Allah SWT," ucap Ustadz Adi hidayat.
Di sisi lain, Ustadz Adi hidayat mengatakan bahwa jika ingin sembuh sesegera mungkin maka niatnya harus untuk ibadah kepada Allah SWT.
"Jadi ternyata kalau ingin sembuh dengan cepat niatkan kesembuhan itu untuk beribadah," kata Ustadz Adi hidayat.
"Dan tahu apa yang terjadi? Begitu kalimat itu muncul (doa Nabi Ayub di Surat Al-Anbiya') dengan penuh keyakinan dan visi yang benar, memanggil Allah SWT dengan sangat halus maka jawabannya tidak menunggu lama," pungkas Ustadz Adi Hidayat. (*)