SuaraBandungBarat.id - Sebagai praktisi kesehatan thibun nabawi dr. Zaidul Akbar membagikan informasi terkait obat alami untuk mengatasi kesemutan.
Kesemutan atau kebas memang bersifat sementara, namun tentu sering merasakan kebas bisa mengganggu aktivitas. Kesemutan biasanya sering terjadi di lengan, tangan, kaki, atau kaki.
Kesemutan dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit. Contohnya meliputi membatasi aliran darah ke bagian tubuh, mengenakan sepatu ketat, atau duduk di toilet terlalu lama.
Namun, anda tetap harus memperhatikan jika kesemutan tersebut sering anda alami. Terutama jika sudah mulai terasa mengganggu, tentu mesti segera diatasi.
Untuk itu, dr. Zaidul Akbar berikan cara dan obat alami mengatasi kesemutan.
dr. Zaidul Akbar memaparkan bahwa obat alami mengatasi kesemutan ini adalah terapi yang dianjurkan juga oleh Rasulullah SAW.
Lalu, seperti apa obat alami dan cara mengatasi kesemutan? Simak penjelasan dr. Zaidul Akbar selengkapnya berikut ini.
Dilansir dari YouTube Bamol TV, dr. Zaidul Akbar menjelaskan beberapa penyebab terjadi kesemutan.
Terkait hal ini ia menjelaskan, kesemutan terjadi karena aliran darah yang tidak lancar.
Baca Juga: 3 Potret Menlu Retno Marsudi Pakai Sepatu Beda Warna Bareng Jokowi, Gemas Banget!
Selain itu, kesemutan juga terjadi karena kurangnya mineral dan vitamin.
Sementara, penyebab utama terjadi kesemutan menurut dr. Zaidul Akbar adalah faktor berat badan berlebih.
Oleh sebab itu, cara pertama untuk mengatasi kesemutan adalah menjaga berat badan agar tetap ideal.
“Kalau berat badan berlebih ya coba turunkan berat badan, karena kesemutan muncul biasanya akibat aliran darah tidak lancar,” tutur dr. Zaidul Akbar.
Adapun cara kedua sebagai obat alami untuk mengatasi kesemutan adalah terapi yang disunnahkan Rasulullah SAW.
dr. Zaidul Akbar menganjurkan untuk terapi bekam pada bagian-bagian yang sering kesemutan.
Bahan alami untuk dikonsumi sebagai obat alami kesemutan menjadi pelengkap dari dr. Zaidul Akbar.
Rutinlah mengkonsumsi ramuan herbal yang terbuat dari kunyit, serai, jahe, dan jeruk nipis.