SuaraBandungBarat.id - Ketika seseorang ingin memiliki pasangan hidup, tidak jarang ada yang berfikir bahwa ia akan mencari pasangan yang sesuai dengan wataknya agar hubungan rumah tangga langgeng. Namun, ketika memiliki pasangan yang wataknya hampir sama dapat menjamin kelanggengan atau sebaliknya dalam berumah tangga? Begini penjelasannya.
Aisyah Dahlan, seorang praktisi neuroparenting menjelaskan bahwa otak serta watak seorang laki-laki dengan perempuan itu berbeda, dan ketika seseorang yang menginginkan watak pasangannya sama dikhawatirkan rasa bosan dalam berumah tangga.
" Karena otak laki-laki dan perempuan berbeda, kemudian watak berbeda dan suami istri itu wataknya harus beda. Kalau wataknya terlalu sama dikhawatirkan akan bosan, " jelasnya dikutip dari Youtube Suas Video, Selasa, (28/03/2023).
Ia mengatakan jika pasangan suami istri mempunyai watak yang sama memungkinkan terjadinya perceraian, karena hubungan rumah tangga seperti pecehan puzzle yang harus dirangkai sehingga saling mengisi satu sama lain.
" Jika watak suami istri hampir sama, sudah diteliti kemungkinan besar akan bercerai. Mitra yang terbaik adalah mitra yang terbalik, supaya terjadi dinamisasi perasaan, tingkah laku untuk menselaraskan. Karena rumah tangga itu merupakan pecahan puzzle yang harus dirangkai, " tambahnya.
Kemudian Aisyah Dahlan mengatakan bahwa setiap orang memiliki bahasa kasih yang berbeda-beda, ada yang melalui sentuhan, perhatian dan yang lainnya.
" Bahasa kasih adalah cara mengutarakan cinta yang dilakukan oleh kita dan dimengerti oleh pasangan hidup kita,. Banyak yang tidak mengerti perihal bahasa kasih, karena setiap orang mempunyai bahasa kasih yang berbeda-beda. " tandasnya. (*)
Sumber : Youtube Suas Video
Baca Juga: Merasa Pasangan Sudah Tak Sayang? Ternyata Ini Dia Durasi Cinta Suami Istri Menurut Ahli