SUARA BANDUNG BARAT - Setelah menjalani puasa di bulan Ramadhan, umat Muslim akan memasuki hari kemenangan sebagai Hari Idul Fitri. Tepatnya, hari kemenangan itu terjadi pada awal bulan Syawal.
Umat Muslim pasti sudah tahu kalau adanya puasa wajib di bulan Ramadhan, bukan? Namun ternyata, ada juga puasa sunnah di bulan Syawal dan itu memiliki keunggulan.
Walaupun puasa di bulan Syawal termasuk sunnah, akan tetapi ada keutamaan dan kelebihan. Begitu juga saat berpuasa selama Ramadhan.
Lalu selain puasa Ramadhan sebagai kewajiban, apa yang menjadi keutamaan puasa di bulan Syawal? Berikut penjelasannya yang dikutip dari akun tiktok Sebar Hidayah.
Pada bulan Syawal, bila hari pertamanya, kita menunaikan sholat Idul Fitri, bercengkerama bersama keluarga, membangun silaturahim yang erat, maka sejak hari kedua sampai akhir bulannya ada bentangan yang sangat istimewa yang hanya terdapat di bulan syawal.
Diberitakan oleh Nabi Muhammad SAW, sahabat Abu Ayub Ansari menerima informasi penting dari Nabi Muhammad SAW yang kelak informasi ini akan dicantumkan, dirangkum oleh Ali Imam Muslim dalam kitab sahih beliau, nomor hadits 1164.
Beliau menyampaikan satu kali Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan, lalu menyambungnya dengan menunaikan puasa di bulan syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang setahun”.
Jadi siapapun insan beriman yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan, kemudian dia menunaikan puasa enam hari yang berlangsung di bulan syawal.
Maka, nilai puasa gabungan antara Ramadhan yang selama sebulan dan ditambah enam hari yang ditunaikan di bulan syawal, nilainya sama seperti pahala puasa selama satu tahun.
Baca Juga: Real Madrid vs Chelsea: Frank Lampard Pastikan Trio Pemain Kunci Siap Tempur Usai Cedera
Ada tiga hal penting yang dapat diulas dari keterangan sebuah hadits. Yang pertama, Nabi Muhammad SAW memberikan apresiasi yang tinggi kepada setiap insan beriman yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan dan menambah puasa selama enam hari di bulan syawal, menjadikan nilai puasa setara puasa selama setahun penuh.
Ini rumusnya bisa didapatkan dalam Al-Qur’an surah Al-An’am di ayat 160, ketika Allah SWT memberikan keutamaan khusus untuk Rasulullah SAW yang diperintahkan kepada umatnya, yang artinya, “Barangsiapa berbuat kebaikan maka mendapatkan balasan sepuluh kebaikan”.
Jadi, jika ada yang menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh, jika dikalikan sepuluh maka nilainya setara sepuluh bulan.
Bila kemudian, satu bulan dikali sepuluh hasilnya tiga ratus, dan enam hari dikalikan sepuluh hasilnya enam puluh, sehingga tiga ratus ditambah enam puluh hasilnya tiga ratus enam puluh hari. Bukankah ini akumulasi selama kurang lebih satu tahun?
Maka, nilai fantastis ini diberikan Allah SWT sebagai hadiah untuk Nabi Muhammad SAW. Melalui kemuliaan Rasulnya, puasa sebulan di bulan Ramadhan ditambah enam hari di bulan syawal, nilainya seperti satu tahun.
Yang kedua, teknis penunaian puasa syawal ini diungkapkan bisa berurutan secara langsung atau diselingi oleh suatu kondisi, atau kegiatan akan tetapi tetap diikutkan dalam frame yang sama.