Salsabila Syaira sering mengikuti kegiatan keluarga Ketua KPK, termasuk tentang informasi terbaru saat ini, kedapatan berduaan di sebuah kamar hotel dengan Firli Bahuri.
"Kedekatannya (bersama Firli) itu berlanjut ke hubungan yg lebih intim Salsa sering ikut dalam acara keluarga spt lebaran dan olahraga. Dalam acara tersebut, salsa nampak layaknya anak angkat...," sambungnya.
Dalam utas yang kini viral, terlihat diduga Salsabila Syaira memakai hoodie dan topi berada di sebuah hotel.
Kemudian tersiar kabar jika Salsabila Syaira akan menemui Firli Bahuri. "Logikanya,, Salsa yg dianggap keluarga harusnya bertemu di kantor atau di rumah. Bukan berduaan di hotel," lanjutnya dalam keterangan.
"Terlebih lagi Salsa yg sering berpakaian casual, masuk ke kamar hotel bersama F diam-diam dengan berpakaian tertutup. Ini penampakannya di hotel," kata admin akun Twitter tersebut.
Begini fakta sebenarnya
Setelah ramainya isu kedekatan Salsabila dengan Ketua KPK, Novel Baswedan angkat bicara.
melalui akun twitternya @nazaqistsha, Novel Baswedan meluruskan pemberitaan kedekatan Salsabila dengan Ketua KPK yang di-up akun twitter @dimdim0783 .
"Tadi saya bertemu dengan Salsabila, didampingi beberapa teman. Dalam pertemuan tersebut saya dapat penjelasan yang jelas & rinci. Yang dengan penjelasan tersebut saya yakini yang disampaikan oleh @dimdim0783 adalah FITNAH. Saya perlu sampaikan ini karena saya sempat like & retwit, sehingga perlu saya koreksi," kata Novel Baswedan.
Novel Baswedan kemudian meminta akun @dimdim0783 segera men-takedown konten yang menarasikan kedekatan Salsabila dengan Ketua KPK.
"Saya harap @dimdim0783 yang mengangkat isu terhadap Salsabila ini untuk men-takedown penjelasan yang tidak benar dimaksud, agar tidak merugikan / merusak harkat dan martabat Salsabila lebih jauh lagi, sebagai perempuan dan aktivis," sambung Novel.
Atas penjelasan Novel Baswedan, Salsabila pun memposting kembali dalam akun instagramnya @syairsalsa sambil member.ikan klarifikasi soal isu yang tengah menimpanya.
"Kedepankan lah watak sosial yang diwariskan kepada generasi dan akan bermanfaat pada seluruh aspek kehidupan. Namanya "tabbayun".
"Sebelum terlambat, sebaiknya semua media yang tanpa tabbayun, sangat semangat mengabaikan etika jurnalistik, untuk segera bersikap korektif. shame on you guys. Termasuk seluruh buzzer yang budiman, sebaiknya bisa bersikap seperti Mas Novel Baswedan, bersikap korektif."
"Sungguh memilukan tidak pernah diminta keterangan atau kesempatan menjelaskan secara pribadi, media-media mainstrem gencar memberitakan suara dari pihak tsb sbg akun yang tak jelas profilenya."