Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?

Vania Rossa

Senin, 04 Mei 2026 | 23:34 WIB
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
Ilustrasi guru mengajar. (Pixabay/aditiotantra)
baca 10 detik
  • Pendidik dituntut beradaptasi di era digital dengan menjadi fasilitator, mentor, dan motivator melalui konten edukatif yang kreatif.
  • Tak lagi sekadar mengajar di kelas, kini pendidik dituntut mampu menjadi kreator konten edukatif atau EduCreator.
  • Ini adalah figur yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun cara belajar yang lebih relevan, fleksibel, dan menjangkau lebih luas.

Suara.com - Peran guru sedang mengalami pergeseran besar di era digital. Tak lagi sekadar mengajar di kelas, kini pendidik dituntut mampu menjadi kreator konten edukatif atau EduCreator—figur yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun cara belajar yang lebih relevan, fleksibel, dan menjangkau lebih luas.

Transformasi ini menjadi sorotan dalam webinar bertajuk “Guru sebagai EduCreator: Peran Pendidik sebagai Fasilitator, Mentor, dan Motivator di Era Society 5.0” yang digelar Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Mentari Groups dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026. 

Founder KGSB, Ruth Andriani, menekankan bahwa guru masa kini tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai materi. Mereka juga harus mampu memfasilitasi proses belajar, membimbing cara berpikir, serta menjadi sumber motivasi bagi peserta didik.

“Peran guru hari ini tidak cukup hanya mengajar. Guru juga perlu hadir sebagai fasilitator pembelajaran, mentor dalam membimbing proses berpikir, sekaligus motivator bagi peserta didik. Di era digital, peran sebagai EduCreator menjadi salah satu cara bagi guru untuk berbagi pembelajaran dan menjangkau lebih luas,” ujarnya.

Konsep EduCreator sendiri lahir dari kebutuhan pembelajaran yang semakin adaptif. Dengan hadirnya berbagai platform digital, guru kini memiliki ruang untuk menyampaikan materi secara kreatif—baik melalui video, media sosial, maupun platform pembelajaran daring. Namun, tantangannya bukan sekadar menguasai teknologi.

Ruth menegaskan, kunci utama tetap terletak pada bagaimana guru memahami tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Konten yang dibuat harus relevan, mudah dipahami, serta tetap memiliki arah yang jelas.

Hal senada disampaikan Head of Marketing Communications Mentari Groups, Bunga Mega. Ia melihat perubahan cara belajar mendorong guru untuk keluar dari batasan ruang kelas dan memanfaatkan teknologi sebagai medium baru dalam mengajar.

“Di era digital, peran guru tidak lagi terbatas di ruang kelas. Guru juga mulai memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan pembelajaran secara lebih kreatif dan relevan,” jelasnya.

Menurutnya, konten edukatif yang dikemas dengan pendekatan yang tepat bukan hanya membantu pemahaman materi, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk pola pikir dan karakter siswa.

baca juga

Meski terlihat menjanjikan, menjadi EduCreator bukan proses instan. EduCreator Fikri Suhardi yang turut menjadi pembicara membagikan pengalaman praktisnya dalam membangun konten edukatif. Ia menekankan pentingnya menentukan fokus atau niche sejak awal.

“Saat mulai menjadi EduCreator, yang paling penting adalah menentukan fokus atau niche terlebih dahulu. Dari situ, kita bisa lebih mudah mengembangkan ide dan menyampaikan pesan yang jelas. Prosesnya memang tidak instan, perlu konsistensi dan evaluasi agar konten yang dibuat tetap relevan dan berdampak,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa peran EduCreator bukan sekadar mengikuti tren digital, tetapi membutuhkan strategi, konsistensi, serta refleksi berkelanjutan. Guru juga dituntut meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.

Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini menegaskan satu hal: transformasi pendidikan tidak bisa dihindari. Guru sebagai EduCreator menjadi representasi pendidik masa depan—yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, beradaptasi, dan menciptakan dampak lebih luas bagi generasi berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Aksi 4 Mei: Kala Mahasiswi Pertanyakan Nurani Penguasa Soal Nasib Guru Honorer

Aksi 4 Mei: Kala Mahasiswi Pertanyakan Nurani Penguasa Soal Nasib Guru Honorer

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:21 WIB

Berhitung Bea Masuk Sekolah, Dilema Kaum Menengah Jelang Tahun Ajaran Baru

Berhitung Bea Masuk Sekolah, Dilema Kaum Menengah Jelang Tahun Ajaran Baru

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat

Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat

Surakarta | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia

Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan

Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana

Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:59 WIB

5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian

5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:58 WIB

Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum

Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan

Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan

Jawa Tengah | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:55 WIB

GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional

GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:52 WIB

DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik

DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:50 WIB

×