Pegasus: Perangkat Penyadap Kontroversial, Diduga Digunakan untuk Pembungkaman di Indonesia

bandungbarat | Suara.com

Senin, 12 Juni 2023 | 13:52 WIB
Pegasus: Perangkat Penyadap Kontroversial, Diduga Digunakan untuk Pembungkaman di Indonesia
Ilustrasi Pegasus, Perangkat Penyadap Kontroversial, Diduga Digunakan untuk Pembungkaman di Indonesia(Freepik/Nensuria)

SUARABANDUNGBARAT - Pegasus, perangkat penyadap canggih buatan Israel, telah menjadi perhatian internasional karena penggunaannya yang kontroversial dalam membungkam demokrasi di berbagai negara.

Di Indonesia, beberapa lembaga penegak hukum diduga telah mengimpor perangkat zero click tersebut dengan cara yang tidak transparan.

Kisah penggunaan Pegasus dalam pembungkaman tersebut tidak terlupakan, seperti dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018 di Istanbul, Turki.

Pemerintah Arab Saudi menggunakan Pegasus untuk meretas telepon Khashoggi dan pasangannya. Kisah serupa juga terjadi pada jurnalis dan aktivis di berbagai negara.

Pegasus, yang dikembangkan oleh perusahaan NSO Group di Israel, adalah perangkat lunak penyadap yang mampu meretas perangkat iPhone, Mac, Android, dan sistem operasi lainnya.

Metode operasinya yang dikenal sebagai zero click memungkinkannya untuk menyusup tanpa perlu klik dari pemilik perangkat.

Dengan Pegasus, pelaku dapat mengendalikan seluruh perangkat, mengakses data pribadi seperti email, foto, video, dan lokasi pengguna, serta mengaktifkan mikrofon dan kamera tanpa sepengetahuan pengguna.

Penggunaan Pegasus juga terdeteksi di Indonesia, di mana dua perangkat Pegasus milik perusahaan Q Cyber Technologies dari Israel diduga telah masuk pada Desember 2020.

Alat tersebut diperiksa oleh Bea Cukai namun dilewatkan tanpa penjelasan yang memadai.

PT Mandala Wangi Kreasindo, perusahaan Indonesia yang memesan perangkat tersebut, telah mengganti kepemilikan dan alamatnya beberapa kali sebelum perangkat tersebut tiba.

Meskipun belum ada bukti konkret, sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa Pegasus diduga telah digunakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Mabes Polri, BSSN, dan KPK di Indonesia.

Informasi ini juga didukung oleh adanya catatan pengadaan perangkat yang mirip dengan produk NSO Group oleh kepolisian pada tahun 2017 dan 2018.

Pembelian Pegasus membutuhkan biaya yang besar, dengan perkiraan minimal Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Transaksi ini dilakukan melalui perantara perusahaan swasta di luar Indonesia, seperti di Singapura dan Eropa, karena tidak ada hubungan diplomatik langsung antara Indonesia dan Israel.

Penggunaan Pegasus untuk membungkam oposisi politik, aktivis, dan jurnalis telah memunculkan keprihatinan akan penyalahgunaan teknologi yang berdampak negatif terhadap demokrasi dan kebebasan berbicara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panitia: Indonesia Open 2023 Jadi yang Terakhir di Istora Senayan, Pindah ke Mana?

Panitia: Indonesia Open 2023 Jadi yang Terakhir di Istora Senayan, Pindah ke Mana?

Sport | Senin, 12 Juni 2023 | 13:46 WIB

5 Pemain Pelapis Timnas Argentina Bisa Diturunkan Hadapi Timnas Indonesia

5 Pemain Pelapis Timnas Argentina Bisa Diturunkan Hadapi Timnas Indonesia

Bola | Senin, 12 Juni 2023 | 13:33 WIB

Kumpulan Isu Jelang Timnas Indonesia vs Argentina: Hotel Tempat Menginap hingga Lionel Messi Tak Jadi ke Jakarta

Kumpulan Isu Jelang Timnas Indonesia vs Argentina: Hotel Tempat Menginap hingga Lionel Messi Tak Jadi ke Jakarta

Bola | Senin, 12 Juni 2023 | 13:25 WIB

Terkini

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:34 WIB

Duka di Balik Topeng Tawa: Kisah Tragis Badut Keliling Mojokerto yang Habisi Nyawa Mertua

Duka di Balik Topeng Tawa: Kisah Tragis Badut Keliling Mojokerto yang Habisi Nyawa Mertua

Jatim | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:30 WIB

Tampil 13 Agustus, Musikal Frozen Korea Rilis Jajaran Pemain Utama

Tampil 13 Agustus, Musikal Frozen Korea Rilis Jajaran Pemain Utama

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:30 WIB

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:29 WIB

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:26 WIB

Ekspor Timur Tengah Terdampak, Toyota Bikin 3 Pabrik di India

Ekspor Timur Tengah Terdampak, Toyota Bikin 3 Pabrik di India

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:25 WIB

6 Rekomendasi Moisturizer Tanpa Pewangi, Cegah Iritasi setelah Eksfoliasi

6 Rekomendasi Moisturizer Tanpa Pewangi, Cegah Iritasi setelah Eksfoliasi

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:24 WIB

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:21 WIB

Kesehatan Jadi Penghalang, 15 Jemaah Calon Haji Lampung Terpaksa Tunda Keberangkatan

Kesehatan Jadi Penghalang, 15 Jemaah Calon Haji Lampung Terpaksa Tunda Keberangkatan

Lampung | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB