Aku segera menutup jendela dan berharap bahwa itu hanyalah ilusi atau mungkin hanya pikiranku yang bermain.
Namun, aku merasa sesuatu yang berat ada di atas punggungku, dan aku merasa kesulitan bernapas.
Aku membuka mata dengan perlahan dan melihat sosok perempuan dengan rambut berantakan duduk di atas punggungku. Aku merasa terpaku dan tidak bisa bergerak, sementara sosok tersebut terus menangis.
Aku berusaha membaca doa dan berdoa agar kejadian tersebut berlalu. Aroma busuk mulai tercium di udara, dan akhirnya, aku bisa membuka mataku kembali.
Namun, sosok itu telah menghilang. Aku mendengar ketukan keras di jendelaku, yang semakin lama semakin keras. Aku segera menyalakan lampu dan memanggil orang tuaku. Saat mereka datang, sosok itu sudah tidak terlihat lagi.
Orang tuaku kemudian menghubungi pemilik rumah yang lama, dan mereka menjelaskan bahwa salah satu syarat penghuni rumah adalah untuk menyediakan sesajen di halaman rumah. Sesajen tersebut diyakini dapat menghalau makhluk halus agar tidak masuk ke dalam rumah. Rumah tetangga yang kosong selama puluhan tahun dianggap sebagai tempat yang angker, dan konon katanya dihuni oleh kuntilanak.
Setelah kejadian itu, suasana di rumahku menjadi lebih tenang. Kami terus menjaga sesajen di halaman rumah dan menghormati tradisi yang diyakini oleh penduduk sebelumnya.
Kejadian-kejadian aneh itu membuatku semakin yakin akan adanya hal-hal gaib di sekitar kita, dan aku belajar untuk menghormati dan berdamai dengan dunia yang mungkin tidak sepenuhnya kita pahami. (*)
Disclaimer: Konten ini adalah hiburan semata dan tidak harus dianggap sebagai fakta atau kisah nyata. Silakan lanjutkan dengan cerita atau informasi yang ingin Anda bagikan dari sumber media sosial dan "kesaksian" orang-orang. Ingatlah bahwa semua cerita dalam konteks ini dianggap fiktif dan hanya untuk tujuan hiburan.
Baca Juga: Fuji Dibonceng Orang Tak Dikenal dan Bilang Sudah 3 Tahun tak Bertemu, Netizen Penasaran Siapa Dia?