SUARA BANDUNG BARAT - Marshanda baru-baru ini menjadi bahan perbincangan publik ketika dirinya diminta Daniel Mananta untuk membaca salah satu ayat yang ada dalam Al-Kitab ketika menjadi bintang tamu dalam acara podcast yang dipandu oleh Daniel beberapa waktu lalu.
Marshanda menjadi bahan pembicaraan warganet setelah dirinya berani membaca salah satu ayat yang berada dalam Al-Kitab ketika disuruh oleh Daniel Mananta untuk membaca salah satu ayat Al-Kitab tersebut, banyak warganet yang berfikiran penuh curiga bahwa Daniel Mananta mempunyai maksud terselubung terhadap Marshanda. Tak hanya sampai disitu, pada pertengahan obrolan mereka berdua, Marshanda bahkan menyebut nama Yesus.
Seakan tidak ingin memperkeruh keadaan tersebut, Marshanda lantas memberikan klarifikasi melalui akun media sosial instagram pribadinya terkait persoalan itu. Ia memohon kepada warganet agar berhenti mencerca satu sama lain di dalam tayangan podcast tersebut.
" Gue mohon untuk temen2 berhenti saling mencerca di komen teaser podcast gue kemarin di @danielmanantanetwork sama @vjdaniel, " tulis Marshanda dalam akun Instagram milikinya dikutip bandungbarat.suara.com, Kamis, (10/07/2023).
Tak sampai disitu, dirinya juga menuliskan salah satu ayat yang ada di dalam Al-Qur'an yang membahas tentang tolenransi beragama bahkan ia menuliskan salah satu arti dari ayat dari Q.S- Al-Kaafirun dan ia mengaku tidak akan pernah lupa dengan ayat tersebut yang menandakan agama Marshanda adalah Islam.
" Yuk, berhenti merasa diri yang paling benar. Berhenti merasa diri lebih superior dari yang keyakinannya berbeda dengan kita. 'Agamamu, adalah agamamu. Dan agamaku, adalah agamaku' Itu salah satu dalam kitab suci yang diajarkan dan gue gak pernah lupa," lanjutnya
Terakhir, Marshanda mengingatkan kepada warganet agar bisa menghormati keyakinan satu sama lain. Mantan artis cilik ini menganggap bahwa saling menghormati satu sama lain lebih keren daripida saling memaksakan keyakinan kepada orang lain.
"Yuk, menghormati satu sama lain dalam perbedaan lebih keren daripada memaksakan pedoman kita pada orang lain. Satu lagi, mohon maafkan setiap orang yang masih belum sempurna di matamu dalam perjalanan spiritualnya," tukasnya. (*)