4. Teh Hitam
Minuman diet berikutnya teh hitam yang mengandung polifenol untuk merangsang penurunan berat badan.
Berdasarkan penelitian menyebutkan polifenol dalam minuman bisa merangsang pemecahan lemak.
Selain itu, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus. Teh hitam ini mengalami oksidasi lebih banyak daripada jenis teh lainnya sehingga rasanya lebih kuat. Dilihat dari warnanya juga lebih gelap.
5. Cuka Apel
Cuka sari apel mengandung senyawa asam asetat yang terlibat dalam proses penurunan berat tubuh.
Cara kerjanya yaitu dengan meningkatkan metabolisme, menurunkan kadar insulin, membakar lemak dan mengurangi nafsu makan.
Selain itu, juga berfungsi memperlambat pengosongan perut. Kamu akan merasa kenyang lebih lama sehingga bisa mencegah aktivitas makan berlebih. Setelah minum, kamu direkomendasikan untuk berkumur dengan air.
Dalam sebuah penelitian menggunakan objek orang Jepang yang obesitas, terbukti mengkonsumsi minuman diet cuka sari apel 2 sendok berdampak signifikan. Hasilnya orang Jepang tersebut mengalami penurun berat badan.
Baca Juga: Jelang MotoGP Catalunya 2023, Fabio Quartararo Berharap Bisa Mengulangi Kesuksesan
Penurunan beratnya mencapai 1,5 kg. Sedangkan penurunan lemak tubuh sebesar 0,9 persen dan lingkar pinggang 1,9 cm. Penelitian tersebut berlangsung selama 12 minggu.
Kamu bisa mengkonsumsi cuka sari apel setiap hari. Cara mengkonsumsinya yaitu dengan mencampurkan cuka sari apel sebanyak 1 hingga 2 sendok makan ke dalam satu cangkir air.
6. Teh Jahe
Minuman diet teh jahe sangat bagus untuk diet karena bersifat mengenyangkan. Fungsi lainnya adalah mengurangi nafsu makan dan membuat pengeluaran kalori meningkat.
Teh jahe juga dapat meningkatkan efek termal makanan sebanyak 43 kalori. Selain berfungsi sebagai bumbu masak dan obat herbal, jahe juga bagus untuk membantu mensukseskan diet.
Hasil penelitian baik pada hewan maupun manusia menunjukkan jahe berfungsi menurunkan berat badan secara signifikan. Oleh karena itu, minuman tersebut wajib kamu konsumsi.