SUARA BANDUNG BARAT - Bagi para wanita umumnya, mereka mungkin sering mendapati area kewanitaan mereka mengeluarkan bau.
Namun, apakah timbulnya bau pada area kewanitaan tersebut menjadi sesuatu yang wajar atau ada masalah soal kesehatan?
Dilansir bandungbarat.suara.com dari laman naturalcycles.com pada Minggu (3/9/2023), area kewanitaan yang menimbulkan bau sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar.
Pasalnya, organ intim wanita tersebut memiliki bakteri alami yang memberikan penjagaan terhadap tingkat pH agar tetap seimbang dan sehat.
Setiap orang, sangat mungkin memiliki bau organ intim yang berbeda-beda dan ada momen-momen tertentu yang juga membuat baunya berubah.
Meskipun begitu, perubahan bau pada area kewanitaan sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan.
Hanya saja, ketika terjadi perubahan bau yang menyengat, bisa jadi ada pertanda sesuatu yang tidak beres pada organ intim.
Misalnya muncul keputihan dengan disertai bau amis serta menyengat, hal itu bisa jadi tanda atau gejala bakterial vaginosis atau infeksi menular seksual.
Namun, jika tercium bau busuk ketika buang air kecil, kondisi tersebut bisa jadi bertanda infeksi saluran kemih.
Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru! PT Gizitatapangan Sejahtera Membutuhkan Kandidat untuk Isi 2 Posisi Tersedia
Apabila kondisi-kondisi tersebut tidak berubah dan makin parah, lebih baik untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan.
Selain itu, perlu diingat bahwa perubahan bau pada area kewanitaan dengan aroma yang ringan tidak akan menjadi sesuatu yang berbahaya dan normal terjadi.
Perlu diingat pula, bahwa organ intim memiliki sistem untuk membersihkan dirinya sendiri dan penggunaan pembersih seperti sabun malah bisa mengganggu pH area kewanitaan.
Alhasil, alih-alih berniat untuk membuatnya bersih dan wangi, malah membuat keadaan menjadi sebaliknya.(*)