bandungbarat

Viral Seorang Ibu Nyaris Membuang Bayinya Ke Kereta, ini Gejala dan Cara Tepat Menangani Baby Blues, Stop Bilang Ibu Baru Manja dan Lemah!

bandungbarat Suara.Com
Selasa, 05 September 2023 | 06:00 WIB
Viral Seorang Ibu Nyaris Membuang Bayinya Ke Kereta, ini Gejala dan Cara Tepat Menangani Baby Blues, Stop Bilang Ibu Baru Manja dan Lemah!
Ilustrasi ibu dan bayi (pixabay.com)

SUARA BANDUNG BARAT - Warganet dihebohkan dengan viralnya video seorang ibu yang hendak membuang bayinya ke kereta berjalan di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Beruntungnya petugas keamanan sigap, sehingga tidak ada korban jiwa, ibu dan bayi pun selamat.

Ibu tersebut diduga mengalami sindrom baby blues, bagaimana gejala dan cara menanganinya berikut bandungbarat.suara.com melansir dari akun Twitter psikolog klinis Disya Arinda @disyarinda, Selasa (5/9/2023).

Pasca melahirkan seorang wanita lelah secara fisik maupun psikis. Perubahan fisiologis dan hormon yang tidak stabil mempengaruhi terjadinya sindrom baby blues.

Kesedihan dan kegundahan mendominasi perasaan ibu yang baru melahirkan. Umumnya, terjadi hingga beberapa minggu setelah melahirkan.

“Mitosnya, baby blues hanya dialami oleh ibu yang manja dan lemah. Padahal engga gitu, baby blues dapat dialami oleh ibu manapun,” paparnya.

Persalinan dengan metode apapun mempunyai risiko baby blues, karena faktor perubahan fisiologis tersebut.

Cara membantu ibu dengan gejala baby blues, dimulai dengan berempati dan memahami bahwa menjadi ibu tidak mudah.

“Ada ibu yang merasa bisa cepat pulih setelah melahirkan, ibu yang lain belum tentu kondisi dan kerentanannya sama,” jelasnya.

Baca Juga: Bagaimana Ciri-Ciri Keputihan yang Normal? Kenali Kriteria Keluarnya Cairan dari Miss V

Berikan afirmasi yang positif, ingatkan bahwa ia kuat telah melalui semua kesulitan ini. Berikan perhatian pada ibu dan bantu merawat bayinya.

“Intinya, gak ada ibu pasca melahirkan yang ingin mengalami ini dengan sengaja. Kita perlu belajar buat memahami dan mencegah ini terjadi,” kata psikolog Disya.

Pencegahan dapat dimulai dari masa pra konsepsi dan kehamilan. Dukungan suami dan keluarga terdekat menjadi peran paling utama.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI