SUARA BANDUNG BARAT - Mendengkur atau ngorok saat tidur, tentunya bisa mengganggu seseorang yang tidur bersama kita.
Meski terlihat sepele, ngorok ketika tidur bisa jadi pertanda suatu gelaja kesehatan tertentu yang tidak bisa dianggap remeh.
Kebiasaan mendengkur atau ngorok ini, menimpa dari mulai anak-anak hingga dewasa tetapi paling sering dialami para laki-laki.
Lantas, apakah penyebab dari seseorang mendengkur atau ngorok dan bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut?
Dilansir bandungbarat.suara.com dari kanal YouTube Ini Kata Dokter pada Kamis (7/9/2023), berikut penjelasannya secara medis.
Perlu diketahui bahwa mendengkur bukanlah hal normal, apalagi jika kebiasaan tersebut berlangsung secara terus menerus.
Situasi ngorok tersebut, bisa terjadi karena adanya hambatan aliran udara pada bagian belakang hidung dan mulut ketika tidur.
Ketika posisi leher salah saat tidur, saat otot napas bagian atas mengendur, lidah bisa jatuh ke belakang dan menjadi sebab sumbatan.
Pada akhirnya, sumbatan yang disebabkan lidah ke belakang tersebut menimbulkan kondisi mendengkur tersebut.
Baca Juga: Sudah Minum Vitamin C Tapi Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Coba Perbaiki Akhlak ini Kata Ustad Dhanu
Namun, ternyata ada kondisi yang berbahaya disebut dengan sleep apnex, kondisi di mana terhentinya napas 10 detik atau bahkan lebih ketika tidur.
Kondisi tersebut tidak boleh dianggap remeh, pasalnya asupan oksigen ke jantung dan paru-paru bisa terhambat serta paling fatal bisa mengancam jiwa.
Kelebihan berat badan atau obesitas juga bisa menjadi penyebab lain mendengkur.
Sering konsumsi alkohol, merokok, radang amandel, polip hidung, dan tumor di saluran pernapasan menjadi penyebab lainnya.
Untuk mengatasi ngorok, tindakan yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengubah posisi tidur.
Posisi tidur yang direkomendasikan untuk menghindari ngorok yaitu miring, karena bisa menghindari lidah yang jatuh ke belakang.