SUARA BANDUNG BARAT - Ketombe bukanlah masalah rambut, melainkan masalah yang dialami oleh kulit kepala.
Pada dasarnya kulit kepala memang beregenerasi secara rutin, tetapi jika berlebihan itulah yang kemudian disebut dengan ketombe.
Hadirnya ketombe ini tentu akan membuat seseorang yang mengalaminya menjadi tidak percaya diri, lantaran terkadang membuat rambut terlihat kotor.
Bukan hanya itu, terkadang serpihan dari kulit kepala tersebut jatuh ke bahu dan baju yang sedang dipakai.
Di sisi lain, ternyata ada sekitar 50% orang di dunia mengalami ketombe dan biasanya diumur 20-an terutama dialami laki-laki.
Salah satu yang membuat ketombe ini parah adalah kehadiran jamur malassezia, jamur yang memang sudah menjadi penghuni tetap di kulit kepala manusia.
Pada kondisi normal, kehadiran jamur malassezia ini sebernarnya tidak masalah dan tidak sampai mengganggu.
Hanya saja pada orang yang mengalami masalah ketombe, jamur tersebut bisa tumbuh berlebihan dan menimbulkan infeksi, gatal, hingga kemerahan.
Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti dikutip bandungbarat.suara.com dari kanal YouTube Ini Kata Dokter pada Jumat (8/9/2023).
Pertama harus diingat, bahwa kalian jangan sembarangan menggunakan produk sampo dan gunakanlah yang mengandung zat tertentu.
Seperti misalnya mengandung Zinc Pyrithione (ZPT), zat tersebut efektif untuk melawan jamur dan menghambat petumbuhannya.
Lalu asam salisilat, zat ini bisa bekerja sebagai keratolitik yang membantu untuk mengelupasnya sel kulit mati yang menumpuk.
Zat sulfur juga dapat membantu untuk pengelupasan sel kulit mati yang menumpuk dan memiliki sifat sebagai antibakteri.
Selanjutnya adalah selenium sulfida, zat ini memilii efek antijamur yang efektif untuk mengetasi jamur penyebab ketombe.
Sampo-sampo anti ketombe yang mengandung zat-zat yang telah disebutkan digunakan dengan cara tertentu.