SUARA BANDUNG BARAT - Miss V terasa panas setelah buang air kecil? jangan dibiarkan saja karena bisa berbahaya dan berakibat fatal.
Simak penjelasan dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, M.Kes berikut ini terkait penyebab serta cara mengatasinya.
Miss V yang sehat adalah hasil dari perawatan dan perhatian yang cermat terhadap kesehatan organ intim wanita.
Ini mencakup menjaga kebersihan, menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur, serta menghindari kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan.
Perawatan ini penting untuk mencegah infeksi, iritasi, dan masalah kesehatan lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup seorang wanita.
Berkonsultasi dengan profesional kesehatan secara teratur juga merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa Miss V tetap sehat dan berfungsi dengan baik.
Dengan demikian, menjaga kesehatan Miss V adalah bagian penting dari menjaga kesehatan keseluruhan seorang wanita dan memungkinkannya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih nyaman.
Namun, apabila Miss V terasa panas setelah buang air kecil, menurut Dokter Ardiansjah bisa saja disebabkan oleh infeksi atau penyakit menular.
Seperti yang dikutip bandungbarat.suara.com dari Tiktok @ spogman, infeksi yang terjadi akan menimbulkan rasa panas pada saluran kemih.
Baca Juga: Miss V Bau Amis Normal atau Tidak? Simak Penjelasan Mengejutkan Kata Dokter Ardiansjah Berikut Ini
Sedangkan apabila seluruh bagian Miss V yang terasa panas setelah buang air kecil, kemungkinan itu disebabkan karena penyakit menular seksual.
Lantas apa yang harus dilakukan, Dokter Ardiansjah menyarankan agar orang yang mengalami hal tersebut pergi ke dokter kandungan untuk melakukan vaginal swab.
Vaginal swab ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada infeksi pada Miss V atau apa yang menyebabkan rasa panas setelah buang air kecil tersebut.
Jika telah dilakukan vaginal swab, baru ditentukan pengobatan karena untuk infeksi saluran kencing dan yang diakibatkan penyakit menular jelas beda pengobatannya.
Bahkan Dokter Ardiansjah juga memperingatkan agar jangan asal mengonsumsi antibiotik karena jika salah, justru akan berakibat fatal.(*)