SUARABANDUNGBARAT- Kucing, hewan peliharaan yang disukai banyak orang, memiliki pesona yang tak terbantahkan.
Namun, terlepas dari kelucuannya, ternyata bulu kucing dapat menyimpan berbagai bahaya bagi kesehatan manusia.
Dokter Saddam Ismail, memperingatkan berbagai dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh bulu kucing, sebagaimana dilansir dalam salah satu video di kanal YouTube-nya.
1. Reaksi Alergi
Bulu kucing dapat menjadi pemicu reaksi alergi pada beberapa orang. Gejala alergi meliputi sesak napas, bersin-bersin, mata berair, hidung tersumbat, dan bahkan reaksi alergi yang lebih parah. Alergi ini dapat dipicu oleh protein dalam liur atau ketombe kucing, dan terutama pada orang-orang yang memiliki sensitivitas tinggi.
2. Penyakit Bartonelosis
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan sering disebut sebagai "cat scratch disease." Penyakit ini dapat dengan mudah menular melalui gigitan atau cakaran kucing yang terinfeksi bakteri tersebut.
Selain itu, jika membelai kucing yang terinfeksi dan tidak mencuci tangan dengan baik, Anda juga berisiko tertular penyakit ini. Gejalanya termasuk demam, bengkak di area cakaran atau gigitan, sakit kepala, dan mungkin kondisi yang lebih serius jika kucing tersebut memiliki banyak kutu.
3. Infeksi Kutu Kucing
Kutu kucing biasanya hidup di bulu kucing dan dapat menggigit manusia secara tidak sengaja. Gigitan kutu kucing dapat menyebabkan ruam dan iritasi pada kulit manusia. Untuk menghindari ini, pastikan kucing Anda terbebas dari kutu dan menjaga kebersihan bulunya.
4. Kurap
Kurap adalah infeksi jamur yang sering ditemukan pada kucing liar. Jamur ini dapat menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan bulu kucing yang terinfeksi atau benda-benda yang terkontaminasi oleh jamur tersebut. Kurap dapat mengakibatkan kulit menjadi kemerahan dan berkerak serta terkadang menimbulkan rasa gatal yang parah.
5. Infeksi Campylobacter
Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Campylobacter yang terdapat dalam saluran pencernaan kucing. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan feses kucing atau bulu yang terkontaminasi. Gejala infeksi ini meliputi demam, diare, sakit perut, dan mual. Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap infeksi ini.
6. Toksoplasmosis
Toksoplasmosis adalah infeksi serius yang dapat disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang ada dalam feses kucing.
Infeksi ini dapat terjadi jika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh parasit tersebut. Toksoplasmosis bisa sangat berbahaya bagi wanita hamil dan dapat memengaruhi perkembangan janin, bahkan menyebabkan kelahiran prematur atau cacat lahir.
Untuk mengurangi risiko bahaya yang ditimbulkan oleh bulu kucing, ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh pecinta binatang:
- Rawat dan Bersihkan Kucing dengan Baik: Mandikan dan sisir bulu kucing secara rutin.
- Pastikan Kesehatan Kucing: Jaga kucing Anda tetap sehat dengan memberikannya makanan yang bersih dan memeriksakan kesehatannya secara teratur.
- Cuci Tangan dengan Baik: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah kontak dengan kucing, membersihkan tempat kucing, atau mengganti pasir kucing.
- Jaga Kebersihan Rumah: Pastikan perlengkapan kucing, seperti tempat makan dan minum, terpisah dari dapur atau area makan manusia. Bersihkan secara rutin.
- Imunisasi Kucing: Pastikan kucing Anda divaksinasi dan diobati jika sakit. Hindari kontak dengan kucing liar yang berisiko membawa penyakit.
- Jaga Kebersihan dan Kesehatan Diri Sendiri: Jangan lupa menjaga kebersihan diri, terutama jika Anda merawat atau bermain dengan kucing.
Dengan menjalankan langkah-langkah tersebut, Anda dapat menjaga kesehatan Anda dan tetap menikmati kehadiran bulu kucing yang dicintai.(*)