SUARABANDUNGBARAT - Salah satu faktor yang memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh adalah pola makan.
Dokter Saddam Ismail, dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube-nya, menjelaskan makanan yang sebaiknya dihindari bagi yang memiliki kadar asam urat tinggi.
Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat:
1. Jeroan
Jeroan seperti otak sapi, hati sapi, usus ayam, dan usus sapi memiliki kadar purin yang tinggi. Meskipun rasanya enak, konsumsi jeroan sebaiknya dibatasi atau dihindari bagi penderita asam urat.
2. Makanan Laut
Beberapa jenis makanan laut seperti kerang, tiram, lobster, udang, kepiting, ikan teri, ikan tuna, dan sarden juga mengandung purin dalam jumlah yang signifikan. Meskipun makanan laut sangat lezat, sebaiknya penderita asam urat memilih jenis makanan laut yang memiliki kadar purin lebih rendah.
3. Susu Tinggi Lemak dan Produk Susu
Makanan seperti es krim dan keju, yang tinggi lemak, dapat memengaruhi kadar asam urat. Penderita asam urat dapat memilih produk susu rendah lemak sebagai alternatif yang lebih sehat.
4. Daging Merah
Daging merah, seperti daging sapi, daging kambing, dan daging babi, memiliki kadar purin yang tinggi. Sebaiknya, penderita asam urat membatasi konsumsi daging merah dan memilih sumber protein lain seperti dada ayam, tahu, tempe, dan ikan.
5. Daging Unggas yang Kaya Lemak
Daging unggas seperti kalkun dan angsa memiliki kadar purin yang tinggi. Meskipun daging ayam dan bebek masih diperbolehkan, sebaiknya penderita asam urat menghindari kulit dan jeroan dari daging unggas.
6. Minuman Manis dan Beralkohol
Minuman yang mengandung banyak gula seperti minuman bersoda dan minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Sebaiknya, penderita asam urat membatasi konsumsi minuman ini.
Dokter Saddam Ismail juga memberikan beberapa tips untuk mengurangi risiko serangan asam urat, antara lain:
- Perhatikan pola makan yang seimbang.
- Berhenti merokok, atau hindari paparan asap rokok.
- Minum air putih yang cukup setiap hari.
- Melakukan olahraga secara teratur, sesuai dengan kondisi tubuh.
- Rutin memeriksa kadar asam urat ke dokter untuk pemantauan.(*)