4. Gangguan Neurologis
Penelitian terbaru juga telah mengungkapkan keterkaitan antara polusi udara dan gangguan neurologis.
Paparan polutan udara dapat memengaruhi perkembangan otak pada anak-anak dan dapat berkontribusi pada peningkatan risiko gangguan perkembangan seperti autisme dan gangguan perhatian hiperaktif (ADHD).
Selain itu, polusi udara juga dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit Alzheimer pada orang dewasa.
5. Penyakit Perkembangan dan Kelahiran Rendah
Polusi udara juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Paparan polusi udara selama kehamilan telah terkait dengan kelahiran prematur, berat lahir rendah, dan masalah perkembangan pada bayi.
Selain itu, polutan udara dapat memengaruhi kualitas sperma pada pria, yang dapat memengaruhi kesuburan.
6. Dampak Psikologis
Polusi udara tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental.
Baca Juga: Wow, Ini Fakta Manfaat Cacing Tanah bagi Kesehatan, Benarkah Sembuhkan Tipes?
Paparan berkepanjangan terhadap polusi udara dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan pada individu, yang pada gilirannya dapat berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.(*)