Kemudian pemain menggoyang-goyangkannya beberapa kali hingga dua buah bandul itu saling bertubrukan menghasilkan bunyi ketukan lotto-latto.
Pemain latto-latto dikatakan berhasil memenangkan permainan ini, bila mereka dapat membuat bandul tersebut terus bertubrukan dalam waktu yang cukup lama.
Beberapa influencer bersama anaknya membagikan pengalaman mereka bermain latto-latto di sosial media, mengaku kesulitan mempertahankan tempo ketukannya.
4. Melatih motorik
Nyatanya memainkan motorik tidak hanya membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi, melainkan juga untuk sistem motorik tubuh, terutama kekuatan tangan.
Pemain yang berhasil memantulkan dua bandul, cenderung terbakar semangat untuk mempertahankan tempo ketukan dalam durasi yang cukup lama.
Bila anak cakap dalam memantulkan bandul latto-latto tersebut, secara tidak langsung dapat melatih konsentrasi dan anggota gerak mereka.