- Oli bocor disebabkan seal mengeras, baut kendur, atau tekanan mesin berlebih.
- Penggunaan spesifikasi oli yang salah memicu rembesan pada celah mesin.
- Cek lantai parkir dan bau sangit untuk deteksi dini kebocoran oli.
Suara.com - Masalah oli motor bocor sering kali menjadi momok bagi para pengendara karena dampaknya yang bisa merembet ke komponen vital lainnya.
Sistem pelumasan yang tidak rapat bukan hanya membuat area parkir Anda kotor, tetapi juga menjadi sinyal bahwa kesehatan mesin sedang dalam kondisi tidak stabil.
Jika dibiarkan, volume oli yang terus berkurang akan memicu gesekan berlebih antar komponen yang berujung pada kerusakan mesin permanen.
Sebagai langkah antisipasi, Anda perlu memahami faktor-faktor teknis maupun kebiasaan yang memicu rembesan pelumas keluar dari jalurnya.
Berikut Suara.com sudah merangkum pembahasan mendalam mengenai penyebab bocornya oli mesin dari sudut pandang teknis.
1. Penuaan Material pada Seal dan Gasket
Komponen penyekat seperti seal dan gasket memiliki masa pakai tertentu. Seiring berjalannya waktu, material yang biasanya terbuat dari karet atau silikon ini akan mengalami pengerasan (getas) akibat paparan panas mesin yang ekstrem.
- Kehilangan Elastisitas: Saat karet mengeras, ia tidak lagi mampu menutup celah sambungan mesin secara sempurna.
- Jalur Rembesan: Celah mikroskopis yang terbentuk akibat degradasi material inilah yang menjadi jalan keluar bagi oli motor.
- Solusi: Lakukan penggantian seal secara berkala, terutama jika motor Anda sudah memasuki usia pakai di atas 3 tahun.
2. Longgarnya Baut Mesin Akibat Getaran
Tanpa disadari, getaran konstan saat Anda berkendara dapat menyebabkan baut pengikat bak mesin atau penutup filter oli mengendur secara perlahan.
Baca Juga: Kenapa Oli Mesin Mobil Mendadak Berwarna Seperti Kopi Susu?
- Tekanan Gasket Berkurang: Baut yang kendur membuat tekanan pada gasket tidak merata, sehingga oli mudah merembes keluar.
- Risiko Area Bak Mesin: Kebocoran akibat baut kendur paling sering ditemukan pada bagian bawah mesin (crankcase).
- Solusi: Pastikan teknisi memeriksa torsi atau kekencangan baut setiap kali Anda melakukan servis rutin.
3. Tekanan Internal Mesin yang Berlebih
Sistem pelumasan memiliki standar tekanan tertentu. Jika tekanan ini melonjak terlalu tinggi, oli akan dipaksa keluar melalui titik terlemah, yaitu sambungan mesin atau seal.
- Saluran Ventilasi Tersumbat: Masalah ini biasanya dipicu oleh mampetnya lubang pernapasan mesin (crankcase breather).
- Efek Domino: Udara yang terperangkap meningkatkan tekanan di dalam mesin dan mendorong oli mencari celah keluar.
- Solusi: Pastikan sistem ventilasi udara mesin selalu bersih dan tidak tertutup kotoran atau kerak oli.
4. Kesalahan Spesifikasi dan Prosedur Ganti Oli
Memilih pelumas tidak boleh sembarangan. Oli dengan viskositas (kekentalan) yang terlalu encer dan tidak sesuai rekomendasi pabrikan akan lebih mudah merembes keluar melalui celah-celah kecil.
- Baut Pembuangan Oli: Pemasangan baut pembuangan yang miring (cross-thread) atau tidak mengganti ring baut yang sudah gepeng sering kali menjadi penyebab kebocoran setelah penggantian oli.
- Solusi: Gunakan oli sesuai spesifikasi manual dan pastikan pemasangan baut pembuangan dilakukan dengan hati-hati.

Deteksi Dini: Cara Mengenali Kebocoran Sejak Awal
Jangan menunggu hingga mesin berbunyi kasar untuk menyadari adanya masalah. Anda bisa melakukan deteksi mandiri dengan cara berikut: