"Doaku utk Mbak Sipon, Mas Wahyu Susilo . Dua sosok hebat kecintaanmu telah pergi, tapi kisah tentang perjuangan mereka tak pernah pergi. Doaku juga utk Mas Wahyu sekeluarga serta anak2 Mbak Sipon dan Mas Wiji Thukul," tambah akun Maria Anik T******.
Berikut puisi Wiji Thukul saat melamar Mbak Sipon:
jangan lupa kekasihku
jika terang bulan
kita jalan-jalan
yang tidur di depan rumah
di pinggir selokan
itu tetangga kita kekasihku
jangan lupa kekasihku
jika pukul lima
buruh-buruh perempuan
yang matanya letih
jalan sama-sama denganmu
berbondong-bondong
itu kawanmu kekasihku
jangan lupa kekasihku
jika kau ditanya siapa mertuamu
jawablah: yang menarik becak itu
itu bapakmu kekasihku
jangan lupa kekasihku
pada siapapun yang bertanya
sebutkan namamu
jangan malu
itu namamu kekasihku
Solo-Sorogenen, 14 Maret 1988