“Tiko lagi liat rumah dulu,” jawab Agoy kepada Ibu Eny.
Kemudian, Agoy pun ditawari untuk tidur di lantai bawah sembari menunggu Tiko pulang.
Agoy pun merasa Ibu Eny tidak seperti orang depresi karena bisa mengajaknya mengobrol.
“Terus Bu Eny menawarkan saya tidur di lantai, tempat tidurnya Tiko nunggu Bu Eny, “Kalau ngantuk bobo aja dibawah,” gitu.
“Ngga kaya orang (sakit), wong masoh normal, masih nyambung ngobrol, dia masih merasakan kedinginan ya masih normal,” tutur Agoy.