Kondisi ibunda Pulung Mustika Abima alias Tiko, Eny Sukaesih sudah terlihat membaik.
Seperti diketahui, Bu Eny sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Duren Sawit sejak akhir 2022, akhirnya pulang ke rumahnya.
Bu Eny kembali hidup di rumah mereka di Kompleks PLN, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur yang sempat terbengkalai dan mirip rumah hantu.
Namun keadaan rumah Bu Eny dan Tiko sudah jauh berbeda.
Rumah yang awalnya tak ada air dan listrik itu kini sudah kinclong dan dipenuhi perabotan.
Bu Eny sudah diperbolehkan meninggalkan RSJ Duren Sawit usai kondisinya berangsur-angsur membaik.
Adapun Ketua RT 006/RW 02 Kelurahan Jatinegara Noves Haristedja mengatakan, Bu Eny sudah kembali sejak 23 Januari 2023.
Akan tetapi kepulangan Bu Eny memang sengaja disembunyikan dari publik.
"Baru kami informasikan Senin (30 Januari) karena ingin memberikan Ibu Eny waktu untuk istirahat dan beradaptasi dengan (suasana) rumah yang baru," terang dia di lokasi, Rabu (1/2/2023).
Noves mengatakan bahwa reaksi Bu Eny positif saat kembali ke rumahnya.
Reaksi mengamuk seperti saat ia dibawa ke RSJ tak lagi terlihat.
Menurut Dokternya, Bu Eny harus selalu diberi kesibukan dan dihibur agar kondisinya semakin membaik.
"Saya ketemu dokternya (yang menangani Eny), dan dokternya menyarankan memang untuk mengajak Eny ke suatu kesibukan, misalnya pengajian dan arisan," tutur Noves.
Kesibukan seperti pengajian dan arisan dapat membantu Eny kembali beradaptasi dengan lingkungannya.
"Lalu kalau bisa, ajak tonton acara TV yang bisa bikin ketawa. Sama (putar) lagu-lagu supaya dia senang. Dihadapkan dengan hiburan yang bikin ketawa," jelasnya.
Bu Eny tampak senang melihat-lihat bagian dalam rumahnya yang sudah dialiri kembali oleh listrik dan air.
Sedangkan sejumlah perabot yang dibutuhkan sudah tersedia, dan bahkan kamar tidurnya sudah rapi.
"Saya salam ke beliau, dia bilang, 'Maaf sering ngerepotin.' Saya bilang, 'Enggak apa-apa karena tugas saya untuk direpotin.' Dia tersenyum, itu adalah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya," tutur Noves.
Noves melanjutkan, saat ini baru beberapa ruangan di lantai satu saja yang dipenuhi perabot.
Meski begitu, sambung Noves, perabot yang sudah ada di rumah mewah Eny dan Tiko adalah yang memang benar-benar dibutuhkan oleh keduanya.
Sebagian perabotan itu juga berasal dari sumbangan.
Diajak Liburan
Bu Eny dan Tiko akan diajak liburan ke Puncak oleh Noves.
Meski awalnya, Bu Eny sempat menolak meski akhirnya setuju usai dibujuk.
"(Reaksinya) Senang bisa dibilang. Waktu saya nyanyi, dia (Eny) ikut joget," ungkap Noves.
Kini Bu Eny juga mau berbaur dengan orang-orang yang turut berlibur ke Puncak.
"Mau diajak jalan melihat pemandangan," imbuh Noves.
Noves menuturkan, perilaku tersebut merupakan suatu perubahan yang luar biasa. Sebab, selain turut menikmati waktu berlibur di Puncak, Eny juga sudah bisa berbaur.
"Alhamdulillah respons enggak seperti dulu. Itu adalah suatu perubahan yang luar biasa menurut saya. Karena ketika dulu, sama setiap orang dia menutup diri," ujar Noves.