Warga Madura di Indonesia banyak yang melakukan perantauan di kota-kota besar di Indonesia seperti halnya Jakarta, Surabaya dan Bali.
Mereka rata-rata membuka warung kelontong di beberapa tempat dengan jam operasioal sepanjang hari alias 24 jam.
Meski terlihat bekerja keras 24 jam, ternyata banyak menyimpan kisah sukses pemiliknya.
Hasil jerih payah berjualan di toko klontong itu bahkan bisa mereka sisihkan untuk membangun rumah bak istana di kampung halamannya.
Sebut saja di kampung Madun, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Di kampung itu banyak bertebaran rumah mewah namun jarang yang berpenghuni.
Dimana pemiliknya rata-rata sebagai perantau dan membuka usaha warung klontong di beberapa kota besar seperti halnya di Jakarta.
Ciri utama warung klontong 24 jam warga Madura adalah adanya pom bensin mini atau Pertamini.
Dikutip dari kanal youtube, Jumat 10 Februari 2023, Ati, salah satu warga yang membangun rumah mewah bak istana dengan aristekrur modern menjelaskan, bahwa semua modal pembangunan rumah berasal dari usaha warung klontong.
Baca Juga: Fakta Baru Tentang Tiko : Apapun Kata Bu Eny Dituruti Termasuk Berhenti Sekolah
Dia di Jakarta memiliki setidaknya tiga toko.
"Sekarang sudah bisa mempekerjakan beberapa karyawan," terang wanita yang sudah beberapa tahun ini tinggal di Jakarta.
Selain itu, usaha warung klontong banyak digeluti warga karena di kampung mereka tidak bisa bertani, ebab, tanah di sana keras dan tidak cocok untuk pertanian.