Beredar konten dimanipulasi yang mengatakan bahwa Joko Widodo (Jokowi) rela membayar Rp 500 triliun ke Bawaslu untuk bisa mempertahankan masa kepemimpinannya sampai 3 periode dan menjegal Anies Baswedan.
Kabar itu beredar di YouTube. Kanal yang mengunggah bernama SARJANA MUDA.
Narasi yang ditulis di judul adalah BREAKING NEWS ~ NGOTOT 3 PERIODE !! JOKOWI RELA BAYAR 500 T KE BAWASLU DEMI JEGAL ANIES. Lalu, untuk keterangan yang ada di thumbnail ialah DEMI AMBIS 3 PERIODE JOKOWI RELA BAYAR 500 T KE BAWASLU DEMI JEGAL ANIES.
Faktanya judul dan thumbnail berbeda dengan isi video. Dalam video, tidak ditemukan informasi soal Jokowi berambisi untuk masa jabatan 3 periode dan rela membayar Rp 500 triliun kepada Bawaslu demi jegal Anie di pemilu 2024 mendatang.
Setelah dilakukan penelusuran lagi, isi dalam video hanya cuplikan kegiatan Anies Baswedan. Serta, cuplikan video pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun.
Salah satu cuplikan video yang menampilkan kegiatan Anies, identik dengan video saat Anies bersilaturahmi dengan Ulama, Habib, dan Para Tokoh se-Madura.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari pantau.com berjudul “Bawaslu Sebar SMS Larang Safari Politik Anies, Refly Harun: Bikin Ngakak dan Kurang Kerjaan!” yang diunggah pada 19 Maret 2023.
Kemudian, terdapat artikel dari liputan6.com berjudul “Tolak Kedatangan Anies Baswedan di Jatim, Kelompok PNIB Tebar Spanduk di Sejumlah Lokasi” yang diunggah pada 16 Maret 2023 kemarin.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa Jokowi berambisi untuk masa jabatan tiga periode dan rela membayar Rp 500 triliun kepada Bawaslu demi menjegal Anies tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Baca Juga: Duta Sheila On 7 Makan di Warteg Sederhana, Pemilik Warung Terheran-heran