Pelaksanaan upacara ini dipercaya bisa menghancurkan semua hal-hal negatif yang ada di sekitar keluarga kesultanan.
Oleh karena itu, balai yang diduduki Sultan disediakan peduduk atau sejenis sesajen dan tambak karang.
Kemudian, sesajen itu akan dimusnahkan sebagai simbol memusnahkan hal-hal negatif.
3. Beliatn
Upacara adat ini biasa dilakukan oleh masyarakat Suku Dayak Benuaq di Kaltim.
Upacara ini biasanya dilakukan untuk menghindari musibah yang menimpa manusia.
Selain itu, Beliatn juga dilakukan oleh masyarakat sebagai ritual pengobatan.
Sementara, ritual adat Beliatn Bawo diartikan sebagai upacara penyembuhan yang dipimpin tabib perempuan.
Beliatn Bawo dilaksanakan untuk pengobatan ringan seperti demam pada anak-anak.
Baca Juga: 5 Objek Wisata Alam Populer di Kaltim, Ada Pantai hingga Hutan Mangrove
Lalu Beliatn Sentiyu adalah upacara Beliatn terbesar yang biasa berlangsung 4 hari 4 malam dan dipimpin oleh satu tabib atau lebih.