Calon presiden Ekuador, Fernando Villavicencio, mengalami nasib tragis setelah menjadi korban penembakan saat tengah melakukan kampanye di ibu kota, Quito, pada hari Rabu (9/8).
Kejadian ini telah mengguncang panggung politik negara tersebut menjelang pemilihan umum yang akan diadakan pada tanggal 20 Agustus mendatang.
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Kantor Jaksa Agung Ekuador, tidak hanya Villavicencio yang menjadi korban dalam insiden ini.
Pelaku penembakan juga tewas akibat luka tembak dalam aksi pengejaran oleh aparat kepolisian.
Hingga saat ini, motif di balik penembakan ini serta identitas pasti dari pelaku masih belum dapat diungkapkan.
Fernando Villavicencio, yang berusia 59 tahun, sebelumnya dikenal sebagai seorang aktivis dan jurnalis yang tajam.
Ia memiliki sejarah panjang dalam mengkritik pemerintahan Rafael Correa, dan ketajamannya dalam analisis politik telah membuatnya menonjol dalam arena publik.
Keterlibatannya dalam pemilihan ini sebagai salah satu dari delapan kandidat presiden telah memberikan dimensi kontroversial pada kampanye ini.
Para pemilih dan pengamat politik di seluruh negeri menantikan perkembangan lebih lanjut terkait penyelidikan atas peristiwa mengerikan ini.
Baca Juga: Bikin Gemes, RIIZE Bagikan Teaser Image Training Days #1 Jelang Debut
Sementara negara berduka atas kehilangan seorang tokoh politik yang kontroversial namun signifikan, tegangnya atmosfer politik dalam negeri semakin terasa menjelang tanggal pemilihan yang krusial.