Corak ini dinamakan demikian karena berwarna lembayung seperti warna rawa-rawa masak.
5. Coka Manippi
Corak Manippi mempunyai latar belakang cerita tentang putri bangsawan Kutai yang suatu hari bermimpi masuk kedalam surga.
Di dalam mimpi tersebut sang putri melihat warna-warni yang sangat menawan hatinya dan ketika terbangun dari mimpinya sang putri sangat gundah dan merindukan warna yang ada dalam mimpi tersebut.
Kemudian sang putri memanggil penenun untuk menenun sarung dengan warna-wani yang ada dalam mimpinya. Corak itu kemudian disebut Coka Manippi yang artinya ditaklukkan oleh mimpi.
Menurut riwayatnya di zaman dulu, corak Coka Manippi dilarang dipakai oleh masyarakat biasa karena khusus dipakai oleh keluarga bangsawan Kutai.