Kerajinan manik-manik khas Suku Dayak telah ada ribuan tahun silam dan menjadi ciri khas sendiri bagi masyarakat asal Kaltim.
Kini, manik-manik tersebut telah banyak mengikuti perkembangan zaman menjadi topi, tas, kalung, gelang dan banyak lainnya yang bisa jadi cenderamata.
Namun khusus kalung manik, rupanya sejak zaman dahulu sudah ada berbagai jenisnya dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Dikutip dari buku Pesona Manik-manik Kalimantan, berikut empat macam kalung manik yang bernilai sejarah:
1. Kalung Manik/Uleng
Untaian manik-manik ini terbuat dari bahan batuan Giok warna hijau bentuk bundar asal Cina, manik keramik warna coklat bentuk bundar dempak ornamen krawang/tembus.
Lalu manik kaca warna putih bentuk bulat dempak dengan lurik-lurik coklat biru yang kemungkinan berasal dari Cina, manik kaca Bohemian warna merah bentuk kerucut ganda, manik kuning cakram silinder buatan Kalimantan.
Ada juga manik kaca mata tiung asal Kalimantan Timur dan manik marjan/karang yang dibuat dari bahan karbonat kalsium bentuk tong dan elips warna merah asal Kalimantan.
Kalung manik ini biasa digunakan oleh orang/suku Dayak di Kalimantan Timur selain sebagai mas kawin, perhiasan perkawinan juga sebagai lambang status sosial.
Baca Juga: CEK FAKTA: Belasan Jaksa Dipecat Akibat Bersekongkol dengan Panji Gumilang
2. Simbang Sambik
Kalungi ini terbuat dari bahan taring babi hutan, kerang, buah jelai, kayu bentuk patung blongtank, manik-manik bakelit, gigi binatang dan kulit tiram.
Manik ini biasanya dikenakan oleh sang dukun suku Dayak di Kutai, Kalimantan Timur dan disilangkan di badan dalam upacara Belian Bawo (pengobatan tradisional) yang bertujuan untuk menangkal atau mengusir roh-roh jahat dalam tubuh yang sakit.
3. Salang/Manik
Untaian kalung manik-manik kaca biji Indo Pasifik abad 19 M yang berwarna-warni dirangkai dalam bentuk keranjang berkaki yang diberi gantungan dilengkapi dengan wadah dari bahan kuningan.
Kalung ini biasanya digunakan sebagai wadah untuk menyimpan telur yang digantung di depan ranjang pengantin suku Kutai di Kalimantan Timur.