Ini 4 Macam Kerajinan Kalung Manik di Kaltim yang Bernilai Sejarah

Suara Bestie

Kamis, 17 Agustus 2023 | 06:35 WIB
Ini 4 Macam Kerajinan Kalung Manik di Kaltim yang Bernilai Sejarah
kalung manik khas Kaltim (Buku pesona manik-manik Kalimantan)

Kerajinan manik-manik khas Suku Dayak telah ada ribuan tahun silam dan menjadi ciri khas sendiri bagi masyarakat asal Kaltim.

Kini, manik-manik tersebut telah banyak mengikuti perkembangan zaman menjadi topi, tas, kalung, gelang dan banyak lainnya yang bisa jadi cenderamata.

Namun khusus kalung manik, rupanya sejak zaman dahulu sudah ada berbagai jenisnya dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Dikutip dari buku Pesona Manik-manik Kalimantan, berikut empat macam kalung manik yang bernilai sejarah:

1. Kalung Manik/Uleng

Untaian manik-manik ini terbuat dari bahan batuan Giok warna hijau bentuk bundar asal Cina, manik keramik warna coklat bentuk bundar dempak ornamen krawang/tembus.

Lalu manik kaca warna putih bentuk bulat dempak dengan lurik-lurik coklat biru yang kemungkinan berasal dari Cina, manik kaca Bohemian warna merah bentuk kerucut ganda, manik kuning cakram silinder buatan Kalimantan.

Ada juga manik kaca mata tiung asal Kalimantan Timur dan manik marjan/karang yang dibuat dari bahan karbonat kalsium bentuk tong dan elips warna merah asal Kalimantan. 

Kalung manik ini biasa digunakan oleh orang/suku Dayak di Kalimantan Timur selain sebagai mas kawin, perhiasan perkawinan juga sebagai lambang status sosial.

baca juga

2. Simbang Sambik

Kalungi ini terbuat dari bahan taring babi hutan, kerang, buah jelai, kayu bentuk patung blongtank, manik-manik bakelit, gigi binatang dan kulit tiram. 

Manik ini biasanya dikenakan oleh sang dukun suku Dayak di Kutai, Kalimantan Timur dan disilangkan di badan dalam upacara Belian Bawo (pengobatan tradisional) yang bertujuan untuk menangkal atau mengusir roh-roh jahat dalam tubuh yang sakit.

3. Salang/Manik

Untaian kalung manik-manik kaca biji Indo Pasifik abad 19 M yang berwarna-warni dirangkai dalam bentuk keranjang berkaki yang diberi gantungan dilengkapi dengan wadah dari bahan kuningan. 

Kalung ini biasanya digunakan sebagai wadah untuk menyimpan telur yang digantung di depan ranjang pengantin suku Kutai di Kalimantan Timur.

4. Wali-wali

Kalung ini terbuat dari bahan kain katun dan manik-manik kaca biji Indo Pasifik abad 19 M yang diuntai sehingga membentuk ormanen belah ketupat dan berjumbai-jumpai ujungnya diberi hiasan bentuk daun dari bahan perak. 

Kalung ini biasanya digunakan oleh orang Kutai kalangan bangsawan sebagai hiasan ranjang 
pengantin (Geta). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah Kerajinan Manik-manik Khas Kaltim, Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Silam

Sejarah Kerajinan Manik-manik Khas Kaltim, Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Silam

Bestie | Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:06 WIB

Mengenal Upacara Kelahiran Adat Lawas Ala Masyarakat Kutai Kedang Ipil di Kaltim

Mengenal Upacara Kelahiran Adat Lawas Ala Masyarakat Kutai Kedang Ipil di Kaltim

Bestie | Rabu, 16 Agustus 2023 | 11:25 WIB

Sejarah Erau, Upacara Adat Paling Meriah Bagi Masyarakat Kutai di Kaltim

Sejarah Erau, Upacara Adat Paling Meriah Bagi Masyarakat Kutai di Kaltim

Bestie | Rabu, 16 Agustus 2023 | 11:20 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×